Tumpukan sampah ilegal dari beberapa hotel berbintang yang dibuang dekat dengan lahan permukiman warga Denokan Maguwoharjo Depok Sleman, Jumat (3/11/2017). (Harian Jogja/Abdul Hamid Razak) Tumpukan sampah ilegal dari beberapa hotel berbintang yang dibuang dekat dengan lahan permukiman warga Denokan Maguwoharjo Depok Sleman, Jumat (3/11/2017). (Harian Jogja/Abdul Hamid Razak)
Sabtu, 4 November 2017 06:55 WIB Abdul Hamid Razak/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

Lokasi Pembuangan Sampah Ilegal di Denokan Akan Ditutup

Kini pihak DLH Sleman akan menyelidiki kasus pembuangan limbah illegal tersebut 

Solopos.com, SLEMAN-Sampah ilegal hotel berbintang yang menumpuk di Denokan, Maguwoharjo dikeluhkan warga sekitar. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sleman akan menyelidiki hal tersebut dan lokasi tersebut bisa saja ditutup.

Kepala UPT Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sleman Restuti menjelaskan, limbah yang dibuang dari hotel berbintang itu bisa dikerjasamakan dengan UPT dan bisa juga dengan pihak ketiga. “Kalau dengan pihak ketiga harus dipastikan buang sampahnya ke TPA Piyungan,” kata dia, Jumat (3/11/2017).

Baca juga : Sampah Ilegal dari Hotel Berbintang Bikin Warga Denokan Tak Nyaman

Diakuinya, banyak kasus pihak ketiga yang membuang sampah atau limbahnya tidak ke TPA Piyungan, tetapi limbah dibuang ke lokasi lain secara liar. “Makanya dalam setiap pembahasan dokumen lingkungan kami menyarankan hotel [dan pelaku usaha lainnya] untuk bekerja sama dengan UPT dalam pengangkutan sampah,” jelas dia.

Kini pihak DLH Sleman akan menyelidiki kasus pembuangan limbah illegal tersebut sebelum mengambil tindakan tegas.

lowongan pekerjaan
Netra-Group, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Era Tahun 1930-an

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Jumat (27/10/2017). Esai ini karya Nurudin, dosen Ilmu Komunikasi di Universitas Muhammadiyah Malang dan penulis buku Pengantar Komunikasi Massa. Alamat e-mail penulis adalah nurudin@umm.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini saya sedikit risau dengan hiruk pikuk pembicaraan di…