Kafe durian di kompleks Terminal Mbangun Makuthoromo Karangpandan, Karanganyar, Jumat (3/11/2017). (Ponco Suseno/JIBI/Solopos) Kafe durian di kompleks Terminal Mbangun Makuthoromo Karangpandan, Karanganyar, Jumat (3/11/2017). (Ponco Suseno/JIBI/Solopos)
Sabtu, 4 November 2017 08:35 WIB Ponco Suseno/JIBI/Solopos Karanganyar Share :

KULINER KARANGANYAR
Kafe Ini Menjamin Pengunjungnya Bisa Dapat Durian Meski Bukan Musimnya

Kafe di Karanganyar ini menjamin pengunjung bisa makan durian meski bukan musimnya.

Solopos.com, KARANGANYAR — Bagi wisatawan yang singgah di titik nol kilometer pariwisata Karanganyar dijamin bisa dapat durian setiap saat. Di kompleks Terminal Mbangun Makuthoromo Karangpandan ada kafe durian yang selalu menyediakan durian tanpa mengenal musim.

Kafe itu dikelola Javenir Suvenir & Pusat Oleh-Oleh Karangpandan. Saat musim durian atau pun tidak, Javenir Karangpandan menyediakan durian segar. Aneka sajian durian dapat dinikmati pengunjung di kafe durian.

Di kafe durian itu, setiap pengunjung dapat menikmati durian dengan berbagai cara. Durian dapat langsung dinikmati setelah dikupas ataupun dimodifikasi, seperti menjadi bahan pembuatan es teler durian.

“Kami memang sengaja bermitra dengan Pemerintah Kabupaten Karanganyar agar suasana terminal ini terus ramai. Sudah sejak lama, Javenir dikenal sebagai pusat oleh-oleh, terutama pakaian batik. Di Karangpandan ini, kami berkreasi membuat kafe durian karena itu yang diinginkan pengunjung atau masyarakat. Hal ini terkait juga dengan Karanganyar yang dikenal sebagai daerah penghasil durian,” kata Pjs. Kepala Pengembangan Bisnis Javenir Karangpandan, Novita Maharani, saat ditemui Solopos.com di Karangpandan, Jumat (3/11/2017).

Novita Maharani mengatakan Javenir Karangpandan selalu menyediakan buah durian segar bagi wisatawan. Harga yang dipatok pun relatif terjangkau, yakni Rp7.000-Rp18.000. Jumlah pengunjung di hari kerja berkisar 60 orang. Pada akhir pekan, jumlah pengunjung meningkat jadi 120 orang lebih.

“Persediaan durian yang kami miliki memang berlimpah. Selain mengambil durian di Karanganyar, kami juga memanfaatkan durian dari daerah lain di Jateng sehingga stok durian yang kami miliki tak pernah habis. Pengunjung atau wisatawan tak perlu khawatir kehabisan stok. Ke depan, kami juga ingin menggagas konsep kebun durian,” katanya.

Di samping menawarkan durian, Terminal Mbangun Makuthoromo juga menawarkan aneka suvenir, oleh-oleh, dan kuliner lainnya bagi wisatawan. Para pedagang di titik nol pariwisata berharap dapat memperoleh rezeki berlimpah dengan dibangunnya terminal Mbangun Makuthoromo di bawah kepemimpinan Bupati Karanganyar, Juliyatmono.

“Saat ini belum banyak bus yang masuk ke sini. Pernah dalam sehari tak ada bus yang masuk. Sebagai penjual makanan, saya berharap pemerintah dapat menggiring setiap bus pariwisata agar singgah ke sini sehingga dagangan saya lebih laris lagi. Itu harapan saya sebagai seorang pedagang,” kata penjual makanan, Sri Rezeki, 45.

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Karanganyar, Titis Sri Jawoto, mengatakan titik nol kilometer pariwisata Karanganyar di Karangpandan diharapkan dapat menjadi pusat kuliner di Bumi Intanpari. “Nantinya, setiap wisatawan yang singgah diharapkan dapat menikmati kuliner di kios kuliner itu. Kios suvenirnya juga diharapkan laku keras sehingga ekonomi warga benar-benar meningkat,” katanya.

Lowongan Pekerjaan
FASHION OUTLET, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Televisi Kita Bersengkarut

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (31/10/2017). Esai ini karya Abraham Zakky Zulhazmi, pengajar di Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam Institut Agama Islam Negeri Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah abrahamzakky@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Program Rumah Uya sukses menyabet predikat talkshow terfavorit dalam…