Laporan terkait keamanan dan ketertiban lingkungan di Jl. Satria Utara, Plombokan, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang, Jateng. (Twitter-@ezrawirabumi) Laporan terkait keamanan dan ketertiban lingkungan di Jl. Satria Utara, Plombokan, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang, Jateng. (Twitter-@ezrawirabumi)
Sabtu, 4 November 2017 16:50 WIB R. Wibisono/JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

KEAMANAN LINGKUNGAN
Hendi Tanggapi Serius Laporan Beternak Kambing di Jalan

Kemanan lingkungan di salah satu jalan di Kota Semarang dilaporkan ke Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi karena kabarnya ada orang beternak kambing di tengah jalan.

Solopos.com, SEMARANG – Keamanan dan ketertiban lingkungan di Jl. Satria Utara, Plombokan, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng) dilaporkan terganggu dengan adanya orang yang beternak kambing di tengah jalan. Masalah tersebut lantas dilaporkan pengguna akun Twitter @ezrawirabumi kepada Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi melalui media sosial Twitter, Rabu (1/11/2017).

Berdasarkan laporannya, keamanan dan ketertiban lingkungan di wilayah tersebut terganggu dengan adanya orang yang beternak kambing di tengah jalan. “Pak @hendrarprihadi, di Jl. Satria Selatan, Plombokan ada orang yang ternak kambing di tengah jalan lingkungan. Niku sah boten pak? #LaporHendi,” tulisnya. Sayang, ia tak menjelaskan cara beternak yang dimaksud, apakah itu mendirikan peternakan atau hanya menggembala hewan ternak di tengah jalan.

Namun demikian, Hendi—sapaan akrab Hendrar Prihadi—menanggapi serius laporan tersebut dan menegaskan beternak di tengah jalan adalah tindakan yang jelas-jelas salah. “Kalau di tengah jalan njeh mboten sah, cobi dirembug kalian RT setempat,” balas Hendi.

Belum puas dengan tanggapan wali kota Semarang, pengguna akun Twitter @ezrawirabumi yang menggunakan layanan Lapor Hendi melalui Twitter itu mengungkapkan ketua RT setempat tak peduli dengan masalah keamanan dan ketertiaban lingkungan. “[Ketua] RT setempat tak acuh pak, perkiraan saya itu yang pelihara orang yang homeless, karena tinggalnya di warung non permanen,” ungkapnya.

Semakin serius menanggapi, Hendi langsung menginstruksikan pihak berwenang, dalam hal ini Satpol PP Kota Semarang, untuk langsung mengecek lokasi yang dikabarkan terganggu keamanan dan ketertibannya itu. “@satpolpp_smg cobi di check,” tulis Hendi.

[Baca juga KP2KN Jateng Anggap Lapor Hendi dan Lapor Gub Tidak Efektif]

Sayangnya, Satpol PP Kota Semarang tak segera menanggapi perintah sang wali kota. Hal ini semakin menunjukkan layanan Lapor Hendi tampaknya kurang efektif. Seperti dikabarkan Semarangpos.com sebelumnya, layanan Lapor Hendi sempat dikritik Koordinator Komite Penyelidikan dan Pemberantasan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KP2KKN) Jateng, Syukron Salam, yang menganggapnya kurang efektif.

[Baca juga Warganet Beberkan Lapor Hendi Kurang Efektif]

Meski demikian, Hendi telah menunjukkan keseriusannya dalam menanggapi laporan masyarakat melalui layanan Lapor Hendi di media sosial Twitter. Wali Kota Semarang tersebut memang tak menanggapi semua laporan, tapi setidaknya ada satu atau dua laporan di media sosial Twitter yang ditanggapi Hendi dalam sehari, termasuk laporan terkait keamanan dan ketertiban lingkungan itu. (Ginanjar Saputra/JIBI/Semarangpos.com)

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Lowongan Pekerjaan
CV SINDUNATA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Televisi Kita Bersengkarut

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (31/10/2017). Esai ini karya Abraham Zakky Zulhazmi, pengajar di Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam Institut Agama Islam Negeri Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah abrahamzakky@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Program Rumah Uya sukses menyabet predikat talkshow terfavorit dalam…