Presiden Joko Widodo (Jokowi). (JIBI/Solopos/Antara/Setpres/Agus Suparto) Presiden Joko Widodo (Jokowi). (JIBI/Solopos/Antara/Setpres/Agus Suparto)
Sabtu, 4 November 2017 05:35 WIB Akhmad Ludiyanto/JIBI/Solopos Boyolali Share :

Hari Ini, Presiden Jokowi Serahkan Izin Pemanfaatan 465 Ha Hutan kepada Warga Boyolali

Presiden Jokowi diagendakan menyerahkan izin pemanfaatan 465 hektare hutan di Boyolali kepada warga.

Solopos.com, BOYOLALI — Presiden Joko Widodo akan menyerahkan izin 465,15 hektare (ha) lahan hutan Perhutani di Boyolali untuk dimanfaatkan masyarakat.

Acara penyerahan akan berlangsung di Desa Wonoharjo, Kecamatan Kemusu, Boyolali, Sabtu (4/11/2017) ini. Dalam kesempatan yang sama, Presiden Jokowi juga menyerahkan izin kepada penggarap hutan di wilayah Pekalongan dan Pemalang.

Berdasarkan data dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Boyolali jumlah total lahan yang akan diberi izin di tiga kabupaten tersebut mencapai 1.100 hektare (ha). Kepala DLH Boyolali Totok Eko Y.P., kepada wartawan, Jumat (3/11/2017), mengatakan lahan tersebut digarap 2.209 petani penggarap yang terbagi dalam tujuh kelompok tani (KT). (Baca: Ngantor di Solo, Jokowi akan Didatangi Petani Terdampak Tol Soker)

Di wilayah Boyolali, lahan digarap empat kelompok tani (KT), yakni KT Wono Makmur Klego seluas 55 ha yang digarap 73 petani, KT Wono Lestari Kemusu seluas 33 ha yang digarap 59 petani, KT LMDH Wono Mulyo Kemusu seluas 275,8 yang digarap 882 petani, serta LMDH Wono Lestari Klego seluas 101,35 ha yang digarap 135 petani.

Sedangkan Pekalongan dan Pemalang masing-masing KT Gunung Gajah Lestari (Pemalang) seluas 295 ha yang digarap 197 petani, KT Rimbo Agro (Pekalongan) seluas 727 yang digarap 739 petani, KT LMDH Rawasakti (Pekalongan) seluas 73,60 ha yang digarap 124 petani.

Totok mengatakan izin pemanfaatan lahan hutan milik Perhutani bagi rakyat merupakan legalisasi atas pemanfaatan hutan bagi mereka. Harapannya, rakyat yang selama ini memanfaatkan lahan hutan Perhutani punya dasar hukum.

“Izin ini bukan untuk menguasai lahan, tetapi hanya izin untuk memanfaatkan lahan. Nah, rencananya nanti Pak Presiden menyerahkan izin itu kepada warga di Boyolali dan juga warga daerah lainnya,” ujar Totok.

Lowongan Pekerjaan
FASHION OUTLET, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Era Tahun 1930-an

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Jumat (27/10/2017). Esai ini karya Nurudin, dosen Ilmu Komunikasi di Universitas Muhammadiyah Malang dan penulis buku Pengantar Komunikasi Massa. Alamat e-mail penulis adalah nurudin@umm.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini saya sedikit risau dengan hiruk pikuk pembicaraan di…