Pasokan sayuran di salah satu lapak pedagang sayur di Pasar Beringharjo tidak sebanyak hari biasanya, karena pedagang mulai kurangi pasokan untuk mengantisipasi sayuran cepat busuk, Jumat (3/11/2017). (Harian Jogja/Holy Kartika N.S) Pasokan sayuran di salah satu lapak pedagang sayur di Pasar Beringharjo tidak sebanyak hari biasanya, karena pedagang mulai kurangi pasokan untuk mengantisipasi sayuran cepat busuk, Jumat (3/11/2017). (Harian Jogja/Holy Kartika N.S)
Sabtu, 4 November 2017 04:20 WIB Holy Kartika N.S/JIBI/Harian Jogja Ekonomi Share :

Harga Seledri Mahal, Pedagang Pasar Beringharjo Jogja Kurangi Stok Komoditas Lain

Harga sayuran seperti seledri alami kenaikan harga

Solopos.com, JOGJA-Musim yang tidak menentu membuat komoditas sayuran rentan busuk. Hal ini membuat harga komoditas sayuran seperti daun seledri menjadi mahal dan pedagang di Pasar Beringharjo enggan menyetok dalam jumlah banyak.

Berdasarkan pantauan Harian Jogja di Pasar Beringharjo sejumlah lapak pedagang sayur di lantai dua disisi timur pasar, pasokan beberapa komoditas sayuran tampak tidak terlalu banyak. Seperti di lapak sayur milik Yanti, yang biasanya beberapa komoditas sayuran cukup lengkap kini banyak yang kosong.

“Kalau cuacanya kadang hujan, lalu panas lama. Sayuran yang dipasok jadi tidak segar, jadi saya tidak berani nyetok banyak nanti cepat busuk,” ujar Yanti, Jumat (3/11/2017).

Yanti memaparkan, harga sayuran jenis seledri, harganya melonjak sampai Rp20.000 per kg. Biasanya, komoditas ini dijual sekitar Rp7.000 sampai paling mahal Rp10.000 per kg. Sayuran jenis brokoli juga merangkak naik, harga sebelumnya Rp20.000 per kg sekarang mencapai Rp25.000 per kg. Biasanya, harga normal brokoli hanya Rp10.000 per kg. Sementara, cabai merah keriting juga mengalami kenaikan harga. Beberapa hari lalu, komoditas ini hanya Rp18.000 per kg, sekarang mencapai Rp20.000 per kg.

Berbanding terbalik dengan sayuran, penurunan harga justru tampak pada komoditas ikan asin. Judo, salah satu pemilik kios ikan asin di pasar ini mengaku beberapa jenis ikan asin mengalami penurunan harga.

“Teri gundul sekarang Rp48.000, sebelumnya Rp50.000 per kilogram. Sedangkan teri asin, dari Rp25.000 turun menjadi Rp28.000. Memang tidak terlalu besar penurunannya,” ungkap Judo.

Selain ikan teri asin yang kini harganya berangsur turun, jenis teri nasi justru sulit diperoleh. Pasalnya, stok ikan ini kosong di beberapa lapak pedagang. “Teri nasi saat ini kosong, karena kemarin habis ditarik. Ditemukan mengandung zat berbahaya, jadi sekarang tidak jual,” ungkap Judo.

Sementara itu, harga komoditas daging sapi dan daging ayam masih relatif stabil. Untuk daging sapi harga jual masih stabil dikisaran Rp115.000 sampai Rp120.000 per kilogram. Sementara, untuk daging ayam broiler masih cenderung stabil tinggi pada harga Rp30.000 per kilogram.

lowongan pekerjaan
Netra-Group, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Era Tahun 1930-an

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Jumat (27/10/2017). Esai ini karya Nurudin, dosen Ilmu Komunikasi di Universitas Muhammadiyah Malang dan penulis buku Pengantar Komunikasi Massa. Alamat e-mail penulis adalah nurudin@umm.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini saya sedikit risau dengan hiruk pikuk pembicaraan di…