Pembalap Ferrari Formula One Sebastian Vettel masuk ke pitstop setelah ban mobil balapnya aus di F1 Grand Prix Belgia 2015. JIBI/ Reuters/Andrej Isakovic/Pool
Sabtu, 4 November 2017 00:30 WIB Chrisna Chanis Cara/JIBI/Solopos Balap Share :

FORMULA ONE 2017
Ferrari Ancam Angkat Kaki dari F1, Kenapa?

Formula One 2017 diwarnai dengan adanya rencana perubahan regulasi di musim mendatang.

Solopos.com, MARANELLO — Rencana penerapan regulasi baru untuk mesin Formula 1 (F1) mulai 2021 terus mendapat tentangan keras. Ferrari mengancam angkat kaki dari balapan jet darat jika Liberty Media selaku penyelenggara F1 bersikukuh menerapkan mesin baru.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, perubahan regulasi akan membuat performa mesin lebih alami dan ganas. Hal ini karena putaran mesin akan dibuat lebih tinggi, sekitar 3.000 rpm lebih besar dari mesin saat ini yang hanya berputar maksimal 12.000 rpm.

Kenaikan putaran mesin berdampak pula pada suara jet darat yang bakal lebih kencang seperti era V8. Mesin baru juga diklaim berbiaya lebih murah dan menarik bagi penonton.

Namun sejumlah tim seperti Ferrari, Mercedes dan Renault mengutarakan kekhawatiran tersendiri ihwal rencana penerapan kebijakan ini. Ferrari mengatakan konsep mesin baru akan membuka “perlombaan senjata” tidak perlu yang akan merusak balapan. Tim Kuda Jingkrak bahkan siap keluar sepenuhnya dari F1 jika regulasi baru itu tak sejalan dengan pasar dan merek Ferrari.

“Liberty punya niatan bagus dalam beberapa hal, salah satunya mengurangi biaya operasional tim. Namun banyak hal yang tidak kami setujui, seperti fakta keunikan powertrain tidak akan menjadi salah satu pembeda pembalap. Saya tidak akan menyetujui hal ini dilanjutkan,” ujar Presiden Ferrari, Sergio Marchionne, seperti dilansir Motorsport, Jumat (3/11/2017).

Marchionne melihat perubahan angin pada 2021 bisa merugikan bagi Ferrari yang saat ini menjadi oposisi pengembangan strategis F1. Pihaknya mendesak Liberty menjelaskan banyak hal sebelum akhirnya menggedok regulasi perubahan mesin.

Dalam waktu dekat Liberty diyakini akan membuka detail penting terkait F1 yakni rencana pembatasan anggaran, struktur organisasi baru, termasuk perombakan sistem olahraga dan komersil untuk menyamakan taraf kompetisi.

“Saya tidak mau berprasangka. Kami akan mendatangi pertemuan Selasa [7/11/2017] dengan niat baik. Kami akan melihat kemana arahnya,” lanjut Marchionne.

Di sisi lain, Marchionne justru sesumbar keluarnya Ferrari dari F1 akan menjadi hal positif bagi pemegang saham Ferrari. “Akan menjadi tambahan positif bagi neraca perusahaan,” tuturnya. Namun tim yang bermarkas di Maranello ini tak bisa keluar seenaknya karena masih terikat perjanjian dengan F1 hingga 2020. Menarik disimak sejauh mana wacana mesin baru menggelinding dan respons tim-tim F1.

Lowongan Pekerjaan
FASHION OUTLET, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Era Tahun 1930-an

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Jumat (27/10/2017). Esai ini karya Nurudin, dosen Ilmu Komunikasi di Universitas Muhammadiyah Malang dan penulis buku Pengantar Komunikasi Massa. Alamat e-mail penulis adalah nurudin@umm.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini saya sedikit risau dengan hiruk pikuk pembicaraan di…