Band pengiring pernikahan Putri Presiden Jokwi, Kahiyang Ayu dan Muhammad Bobby Afif Nasution, A And Friends saat latihan di Studio Musik Tabita, Kemlayan, Serengan, Solo, Jumat (3/11/2017). (Istimewa/A And Friends) Band pengiring pernikahan Putri Presiden Jokwi, Kahiyang Ayu dan Muhammad Bobby Afif Nasution, A And Friends saat latihan di Studio Musik Tabita, Kemlayan, Serengan, Solo, Jumat (3/11/2017). (Istimewa/A And Friends)
Sabtu, 4 November 2017 05:00 WIB Ika Yuniati/JIBI/Solopos Peristiwa Share :

Begini Persiapan Kelompok Musik Pengiring Acara Pernikahan Putri Jokowi

Musik pengiring saat acara pernikahan Kahyang Ayu akan dibawakan oleh kelompok Karawitan Peduli Seni ISI Surakarta dan kelompok musik A And Friends Band.

Solopos.com, SOLO–Berbagai keperluan pernikahan Putri Presiden Joko Widodo, Kahiyang Ayu dan Muhammad Bobby Afif Nasution di Gedung Graha Sabha Buana, Rabu (8/11/2017), mulai disiapkan. Temasuk musik pengiring yang terdiri atas gamelan oleh Karawitan Peduli Seni ISI Surakarta, dan kelompok musik A And Friends Band asal Solo. Suara merdu salah satu vokalis A And Friends, Ayusastya Devina, terdengar memenuhi studio musik Tabita yang beralamat di Kemlayan, Solo, Jumat (3/11/2017) siang.

Lagu berbahasa jawa Lungiting Asmara yang diaransemen ulang dengan nuansa jaz beberapa kali mereka ulang untuk mendapatkan komposisi yang pas. Lima hari menjelang pernikahan putri presiden, home band pengiring asal Solo ini memang latihan ketat. Mereka masih punya waktu hingga Selasa sebelum tampil mulai Rabu pagi.

Sang Manajer, Nana Pambudi, mengatakan ada puluhan lagu Jawa dengan musik aransemen baru yang telah mereka siapkan saat hari spesial tersebut. Seperti Yen Ing Tawang Ana Lintang, Lungiting Asmara, Jaranan, Gundul Pacul, dan Penganten Anyar.

“Lagunya kami aransemen ulang semua dengan nuansa yang benar-benar beda. Salah satu lagu ada
yang bernuansa dangdut, tetapi tetap catchy dibawakan,” kata dia. Khusus untuk Presiden, mereka mempersembahkan lagu berjudul Jaranan.

Nana bahkan telah menyiapkan narasi pendukung tembang khusus tersebut. Ini bukanlah kali pertama. Sang vokalis yang juga jebolan The Voice Indonesia, Andreas Galih, sebelumnya pernah menjadi penyanyi di pesta perkawinan putra pertama keluarga Istana, Gibran Rakabumi Raka dan Selvi Ananda 2015 silam.

Karawitan

Karawitan Peduli Seni ISI yang terdiri atas 36 pengrawit juga mempersembahkan karya spesial. Mereka membawa dua gamelan yakni Gamelan Agung untuk di dalam ruangan serta Gamelan Carabalen untuk bagian luar gedung.

Sedikitnya ada 40 gending Jawa yang disiapkan untuk acara sakral tersebut. Tak ada urutan khusus, semua gending dimainkan secara acak sesuai suasana. Misalnya Bondhet saat kondisi ramai, Kaduk Rena untuk suasana romantis, Menthok-Menthok, Cublak-Cublak Suweng, Lir-ilir, beberapa gubahan Ki Narta Sabda, dan garapan ISI Surakarta.

Berbeda dengan saat upacara pernikahan, mereka sudah menyiapkan gending-gendingnya sesuai pakem adat istiadat Jawa. Misalnya saat temanten putri keluar ada gending Sekar Puja atau Puspa Warna, acara panggih diiringi Kodok Ngorek, dan lainnya.

Penanggungjawab Karawitan Peduli Seni Guntur Sulistiyono, Jumat (3/11/2017), mengatakan semua tembang mereka bawakan mulai pukul 07.30 WIB sebelum akad nikah hingga siang, dan saat malam.

“Di TKP aja, mau minta seperti apa siap tetapi harus yang terkaver dalam nada-nada gamelan. Misalnya langgam-langgam keroncong Jawa bisa masuk. Seperti Walang Kekek, Yen ing Tawang Ana Lintang, Luntur, dan lain-lain,” kata dia.

Sementara untuk pilihan kostum, Guntur, mengatakan saat siang mengenakan Beskap Landung putih, sementara malam hari memakai kostum kejawen jangkep keris dan samir putih di tengah. Secara teknis mereka bakal pentas bergantian dengan home band yang juga mengusung konsep
Jawa.

 

Lowongan Pekerjaan
FASHION OUTLET, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Era Tahun 1930-an

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Jumat (27/10/2017). Esai ini karya Nurudin, dosen Ilmu Komunikasi di Universitas Muhammadiyah Malang dan penulis buku Pengantar Komunikasi Massa. Alamat e-mail penulis adalah nurudin@umm.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini saya sedikit risau dengan hiruk pikuk pembicaraan di…