Donald Trump. (JIBI/Reuters/David Becker) Donald Trump. (JIBI/Reuters/David Becker)
Jumat, 3 November 2017 09:10 WIB JIBI/Solopos.com/Antara Internasional Share :

TEROR ISIS
Donald Trump: Teroris New York Harus Dihukum Mati!

Trump lebih memilih pelaku serangan New York dihukum mati alih-alih dipenjara di Guantanamo.

Solopos.com, NEW YORK – Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menyerukan bahwa Sayfullo Saipov harus dihukum mati atas perbuataannya. Imigran asal Uzbekiztan ini didakwa membunuh delapan orang dengan cara menabrakkan truk sewaannya ke jalur sepeda di New York City, AS harus dihukum mati.

Tersangka bernama Sayfullo Saipov itu mengaku kepada penyidik bahwa dia terinspirasi oleh video ISIS dan sudah merencanakan serangan sejak setahun silam. (Baca Juga: Teroris New York Mengaku Tak Menyesal)

Saipov, 29, mengaku perbuatannya mulia dan sempat meminta izin untuk mengibarkan bendera ISIS di kamar rumah sakit di mana dia dirawat setelah dilumpuhkan polisi.

Trump sudah menyatakan akan mengirimkan Saipov ke penjara militer Teluk Guantanamo di Kuba. Belakangan dia menyatakan langkah itu terlalu rumit. (Baca Juga: Trump Sebut Pelaku Teror New York Gila)

“Akan senang mengirimkan teroris NYC [New York] ke Guantanamo namun secara statistik proses semacam itu membutuhkan waktu lama dalam melewati sistem federal,” cuit Trump dalam Twitter, Kamis (3/11/2017).

“Adalah juga pantas membuat dia tetap di dalam negeri karena kejahatan mengerikan yang dia lakukan. Mesti gerak cepat. HUKUMAN MATI!” imbuhnya di cuitan lain.

lowongan pekerjaan
Netra-Group, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Era Tahun 1930-an

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Jumat (27/10/2017). Esai ini karya Nurudin, dosen Ilmu Komunikasi di Universitas Muhammadiyah Malang dan penulis buku Pengantar Komunikasi Massa. Alamat e-mail penulis adalah nurudin@umm.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini saya sedikit risau dengan hiruk pikuk pembicaraan di…