Ilustrasi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) (JIBI/Solopos/Dok.) Ilustrasi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) (JIBI/Solopos/Dok.)
Jumat, 3 November 2017 19:05 WIB Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com Madiun Share :

Terbanyak Keenam Se-Jatim, Ini Jumlah TKI Kabupaten Madiun di Luar Negeri

Jumlah TKI asal Kabupaten Madiun tahun ini yang bekerja di luar negeri ada 31.195 orang.

Solopos.com, MADIUN — Kabupaten Madiun berada di peringkat enam kabupaten/kota pengekspor tenaga kerja Indonesia (TKI) terbanyak di Jawa Timur. Saat ini, ada 31.195 orang TKI asal Kabupaten Madiun bekerja di luar negeri.

TKI asal Kabupaten Madiun ini tersebar di sejumlah negara seperti Malaysia, Singapura, Taiwan, Hongkong, dan lainnya. Wakil Bupati Madiun, Iswanto, mengatakan data dari Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) menunjukkan jumlah TKI Kabupaten Madiun memang cukup banyak dibandingkan kabupaten lain di Jawa Timur. (Baca: BN2TKI Sebut Madiun Kantong TKI)

Dari 31.195 TKI Kabupaten Madiun yang bekerja di luar negeri itu, paling banyak dari Desa Kebonsari, Kecamatan Kebonsari, dengan total 1.177 orang disusul Desa Segulung, Kecamatan Dagangan, sebanyak 780 orang.

“Setiap tahun jumlah TKI ini semakin meningkat dan didominasi oleh perempuan,” kata Iswanto saat peluncuran program bina keluarga TKI di Aston Madiun, Kamis (2/11/2017).

Iswanto menuturkan sebagian besar TKI asal Kabupaten Madiun bekerja di sektor informal seperti pembantu rumah tangga dan sebagian lainnya pekerja formal di pabrik-pabrik. Berdasarkan kajian Bina Keluarga TKI Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak diperoleh informasi sebagian besar uang kiriman TKI untuk kegiatan konsumtif. Selain itu, ada fakta banyak perceraian karena keluarga yang di rumah terlalu lama ditinggal bekerja di luar negeri.

Banyak masalah lain karena ada keluarga yang menjadi tenaga kerja di luar negeri. Untuk itu, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menunjuk Kabupaten Madiun sebagai kabupaten yang menerima program bina keluarga TKI.

Dia menuturkan program ini diharapkan bisa memberdayakan para TKI dan keluarganya supaya mereka dapat memanfaatkan penghasilan di luar negeri untuk usaha ekonomi produktif dengan cara bimbingan wirausaha, pengembangan usaha, dan membangun akses untuk memperoleh modal perbankan.

Dalam program ini juga melatih supaya TKI yang telah purna berani mencoba hidup mandiri dengan memanfaatkan penghasilan saat masih bekerja di luar negeri. Di bidang ketahanan dan kesejahteraan keluarga, diharapkan keluarga TKI dapat memiliki keuletan dan ketangguhan serta kemampuan fisik dan mental supaya dapat hidup harmonis. (Baca juga: Sakit, TKI Madiun Meninggal Dunia di Hongkong)

“Program bina keluarga TKI ini tidak dapat terwujud dengan baik tanpa adanya komitmen dan dukungan dari OPD terkait,” kata dia dalam siaran pers.

Lebih lanjut, Iswanto berharap Disnaker bisa lebih intensif berkoordinasi dengan PJTKI khususnya terkait data keluarga dan anak TKI yang ditinggalkan. Hal ini penting supaya ada pembekalan kepada para calon TKI dan keluarganya serta melakukan konektivitas dengan PJTKI di luar Kabupaten Madiun.

Disamping itu, TKI yang cuti atau pulang ke Indonesia juga perlu didata sehingga dapat diperoleh data-data yang lebih akurat tentang TKI Kabupaten Madiun.

Lowongan Pekerjaan
CV SINDUNATA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Era Tahun 1930-an

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Jumat (27/10/2017). Esai ini karya Nurudin, dosen Ilmu Komunikasi di Universitas Muhammadiyah Malang dan penulis buku Pengantar Komunikasi Massa. Alamat e-mail penulis adalah nurudin@umm.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini saya sedikit risau dengan hiruk pikuk pembicaraan di…