Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau jalan Tol Becakayu seksi 1B dan 1C, Jakarta, Jumat (3/11/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Rosa Panggabean)
Jumat, 3 November 2017 16:35 WIB Irene Agustine/JIBI/Bisnis Peristiwa Share :

Presiden Jokowi Jamin Seluruh Ruas Tol Becakayu Rampung 2018

Presiden Jokowi menjamin seluruh ruas Tol Becakayu rampung pada 2018.

Solopos.com, JAKARTA — Presiden Joko Widodo (Jokowi( baru saja meresmikan operasional Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) Seksi 1B dan 1C Cipinang-Jakasampurna sepanjang 8,4 kilometer.

Pembangunan keseluruhan tol sepanjang 21 km tersebut belum rampung sepenuhnya untuk seluruh seksi karena sempat terkendala persoalan pembebasan lahan. Menangapi hal tersebut, Presiden Jokowi meminta semua pihak menunggu operasional keseluruhan tol tersebut.

“Saya kira kita jalan terus. Percayalah kita ikuti terus ini. Dulu enggak percaya dua tahun lalu. Ini rampung kan sudah,” katanya, usai peresmian, Jumat (3/11/2017).

Dia menegaskan tol ini sudah bisa dipakai. “Ini kan sudah dipakai, besok sudah dipakai. Setiap ruas kanan sudah dibuka supaya dapat pemasukan sehingga yang lain bisa jalanin.”

Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu membentang dari Jalan DI Panjaitan, Kasablanka, Jakarta Timur sampai Jalan Raya Ganda Agung, Bekasi Timur, Kota Bekasi, sepanjang 21,04 km.

Adapun, tol tersebut terdiri atas dua seksi yaitu Seksi I Kasablanka-Jakasampurna sepanjang 11 km dan Seksi II Jakasampurna-Duren Jaya sepanjang 10,04 km. Nilai investasi untuk keseluruhan tol mencapai Rp9,5 triliun dan diharapkan dapat selesai pada 2018.

Tol Becakayu sendiri dibangun dan dioperasikan oleh PT Kresna Kusuma Dyandra Marga (KKDM) yang sahamnya dimiliki oleh PT Waskita Toll Road (98,97 persen) dan PT Jasa Marga Tbk (1,03 persen).

lowongan pekerjaan
SALESMAN/GIRL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Urgensi Mendesain Ulang Prolegnas

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (14/2/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universita Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com.  Solopos.com, SOLO–Sidang paripurna DPR di ujung 2017 lalu dibuka dengan laporan 50 rancangan undang-undang (RUU)…