Presiden Jokowi memberikan keterangan kepada wartawan mengenai rencana pernikahan putrinya Kahiyang Ayu di kediamannya, Minggu (29/10/2017). (Irawan Sapto Adhi/JIBI/Solopos) Presiden Jokowi memberikan keterangan kepada wartawan mengenai rencana pernikahan putrinya Kahiyang Ayu di kediamannya, Minggu (29/10/2017). (Irawan Sapto Adhi/JIBI/Solopos)
Jumat, 3 November 2017 21:35 WIB Irawan Sapto Adhi/JIBI/Solopos Solo Share :

PERNIKAHAN PUTRI JOKOWI
679 Wartawan akan Meliput Resepsi Mantenan Kahiyang Ayu

Sebanyak 678 wartawan dari 109 media massa telah mendaftar untuk meliput resepsi pernikahan putri Presiden Jokowi, Kahiyang Ayu.

Solopos.com, SOLO — Sedikitnya 679 wartawan dari 109 media massa akan meliput resepsi pernikahan putri Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kahiyang Ayu, dengan Muhammad Bobby Afif Nasution, Rabu (8/11/2017) mendatang.

Jumlah itu sesuai data yang tercatat di Penrem 074/Warastratama Solo hingga Jumat (3/11/2017) pukul 16.00 WIB. Setiap wartawan yang hendak meliput acara pernikahan Kahiyang harus mendaftar ke Penrem 074/Warastratama untuk mendapatkan kartu identitas khusus.

Kapenrem 074/Warastratama, Kapten (Inf) Alfian Yudha, menjelaskan wartawan tersebut dari media yang berbasis di berbagai daerah di Indonesia. Dia menyebut beberapa wartawan bahkan berasal dari media yang berbasis di luar Jawa. (Baca: Calon Suami Kahiyang Sudah Berada di Solo)

Alfian menilai jumlah wartawan yang mendaftar untuk meliput acara pernikahan putri Presiden Jokowi tergolong banyak. Hal itu bisa terjadi tidak terlepas dari subjek peliputan mereka yang merupakan kegiatan keluarga orang nomor satu di Indonesia.

“Sudah ada 679 wartawan dari 109 media yang mendaftar dibuatkan id card peliputan acara pernikahan putri Presiden Jokowi,” kata Alfian saat diwawancarai Solopos.com, Jumat sore.

Alfian menyampaikan Penrem 074 tidak sembarangan dalam menerima permintaan penerbitan kartu identitas peliputan agenda keluarga Presiden. Wartawan yang ingin dibuatkan kartu identitas mesti terlebih dahulu membawa sejumlah persyaratan.

Beberapa persyaratan yang harus dipenuhi wartawan tersebut, antara lain membawa surat tugas dari media atau kantor berita saat mendaftar, membawa kartu pers, membawa pas foto, dan biodata singkat. Khusus wartawan di luar Soloraya, pendaftaran dan pengiriman syarat-syarat bisa melalui pesan elektronik.

“Setelah menerima pendaftaran dari wartawan, kami melakukan konfirmasi ke kantor redaksi media asal mereka. Kami tidak mau ada wartawan abal-abal yang terdaftar,” jelas Alfian.

Alfian menceritakan pengalaman belum lama ini menemukan wartawan yang diduga abal-abal mendaftar meliput acara pernikahan Kahiyang. Dia menyebut pernah ada seseorang yang menelepon dirinya mengaku sebagai wartawan Antara Style. (Baca: Pernikahan Kahiyang-Bobby Pakai Adat Jawa, Ini Urutan Acaranya)

Setelah menerima telepon tersebut, Alfian lantas meminta konfirmasi ke wartawan senior Antara di Solo terkait identitas wartawan yang menelepon itu. Informan yang dimintai keterangan itu memberi tahu kepada Alfian nama yang dimaksud itu bukan bagian dari wartawan Antara.

Setelah itu, Alfian mencoba meminta konfirmasi kepada orang yang menelepon dirinya. Tapi yang aneh saat ditelepon, nomor orang tersebut tidak lagi aktif dan tidak bisa dihubungi.

Alfian menceritakan dirinya juga pernah ditelepon dan didatangi orang yang mengaku wartawan bahkan kepala biro media yang tidak dikenal. “Pada dasarnya kami menerima semua pengajuan wartawan. Tapi kami juga perlu melakukan konfirmasi dan memberi sejumlah catatan. Kami melakukan itu demi keamanan. Kedua, kami juga tidak mau ada oknum yang sampai merusak nama baik media yang telah eksis sekarang,” jelas Alfian.

Lowongan Pekerjaan
FASHION OUTLET, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Era Tahun 1930-an

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Jumat (27/10/2017). Esai ini karya Nurudin, dosen Ilmu Komunikasi di Universitas Muhammadiyah Malang dan penulis buku Pengantar Komunikasi Massa. Alamat e-mail penulis adalah nurudin@umm.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini saya sedikit risau dengan hiruk pikuk pembicaraan di…