Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. (JIBI/Solopos/Dok.) Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. (JIBI/Solopos/Dok.)
Jumat, 3 November 2017 18:50 WIB JIBI/Solopos/Antara Semarang Share :

PENDIDIKAN JATENG
Diawali di Twitter, Gubernur Ganjar Telepon Langsung Guru Tidak Tetap

Pendidikan di Jawa Tengah yang masih menyisakan persoalan pegawai tidak tetap (PTT) dan guru tidak tetap (GTT) menjadi beban pikiran Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

Solopos.com, SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berkomitmen memperjuangkan nasib pegawai tidak tetap (PTT) dan guru tidak tetap (GTT) yang selama ini mengabdi bagi dunia pendidikan Jateng. Penegasan sikap itu ia kemukakan langsung saat menelepon Saiful Aris, GTT di SD Negeri 4 Gribig, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus yang sebelumnya sempat berbalas cuitan dengannya di media sosial Twitter.

“Saya berterima kasih ternyata sebenarnya nasib kami sudah dipikirkan Pak Gubernur jauh-jauh hari, Pak Gub bilang akan membicarakan hal ini dengan kementerian,” kata Saiful Aris saat dihubungi Kantor Berita Antara melalui telepon dari Kota Semarang, Jateng, Kamis (2/11/2017). Sikap Ganjar Pranowo yang tetap berkomitmen memperjuangkan para GTT dan PTT tersebut ia ketahui saat ditelepon langsung oleh gubernur Jateng itu, Rabu (1/11/2017) malam, untuk membicarakan permasalahan hampir semua GTT di berbagai daerah.

Saiful menceritakan, pada mulanya, ia mengikuti perbincangan di timeline akun twitternya dan ada beberapa akun yang mengadu ke akun Gubernur Jateng @ganjarpranowo terkait dengan nasib para GTT. Saiful yang juga GTT dan merasa senasib kemudian ikut berkomentar dan tidak diduga cuitan Saiful melalui akunnya dibalas Gubernur Ganjar yang mengoperasikan sendiri akun Twitternya.

Melalui Twitter, Saiful ditanya Gubernur Ganjar mengajar di mana dan meminta nomor telepon yang bisa dihubungi. “Langsung saya twit nomor telepon, gak sampai semenit ada telepon masuk, tapi saya belum ngira kalau itu Pak Gub,” ujarnya yang berbicara melalui telepon dengan Gubernur Ganjar selama kurang lebih 40 menit itu.

Kepada Ganjar, Saiful mengaku telah menjadi GTT sejak 2012 dan selama itu hanya mendapat gaji Rp225.000/bulan. Saiful juga mengungkapkan bahwa sejak 2014, GTT di Kabupaten Kudus sudah membuat forum untuk audiensi dengan bupati dan DPRD setempat terkait dengan nasib yang bersangkutan.

“Saya bercerita apa adanya, saya dan teman-teman juga tahu bahwa GTT SD bukan kewenangan gubernur, tapi bagaimana, teman-teman di daerah selalu susah mengadu ke bupati masing-masing,” katanya.

Setelah ditelepon oleh orang nomor satu di Jateng, Saiful ngetwit lagi untuk menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Ganjar. “Tengah malam di telp pak @ganjarpranowo smga sehat selalu bpk. ora nyongko cah cilik dtlp org no 1 di jawa tengah. terima kasih ndoro” demikian cuitan Saiful melalui akun @ArisSaiful2.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Lowongan Pekerjaan
FASHION OUTLET, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Era Tahun 1930-an

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Jumat (27/10/2017). Esai ini karya Nurudin, dosen Ilmu Komunikasi di Universitas Muhammadiyah Malang dan penulis buku Pengantar Komunikasi Massa. Alamat e-mail penulis adalah nurudin@umm.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini saya sedikit risau dengan hiruk pikuk pembicaraan di…