Ilustrasi guru (JIBI/Solopos/Antara/Dok) Ilustrasi guru (JIBI/Solopos/Antara/Dok)
Jumat, 3 November 2017 17:55 WIB Sunartono/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

Lomba Cipta Lagu, Disdikpora DIY Pilih 5 Guru Terbaik

Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY menetapkan lima guru terbaik dalam Lomba Cipta Lagu Anak 2017.

Solopos.com, JOGJA – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY menetapkan lima guru terbaik dalam Lomba Cipta Lagu Anak 2017.

Kompetisi yang dibatasi khusus untuk guru dari semua jenjang pendidikan pra sekolah hingga menengah itu untuk menggali kreativitas guru di bidang seni.

Kepala Disdikpora DIY Kadarmanta Baskara Aji menjelaskan, setelah melalui berbagai tahapan, pihaknya menetapkan lima guru terbaik se-DIY dalam kompetisi lomba cipta lagu anak.

Ia memastikan, bahwa karya kelima guru tersebut merupakan karya asli mereka yang telah dibuktikan melalui surat pernyataan keaslian bermaterai. Adapun materi lagi antara lain tentang cinta tanah air, kebhinnekaan, lingkungan dan persahabatan, dan nilai luhur budaya seperti kejujuran kerendahan hati, keadilan.

“Berdasarkan keputusan tim juri yang berkompeten, kami memutuskan lima peringkat juara, terbaik,” ungkapnya, Kamis (2/11/2017).

Adapun identitas para guru tersebut antara lain, peringkat pertama diraih oleh Cicilia Sriningsih dari SD N Ngulakan dengan judul lagu ciptaan Satu Hari, peringkat kedua Hamdani yang merupakan guru SMP/SMA Budi Utama Jogja dengan judul Ibu.

Kemudian peringkat ketiga diraih oleh Jeny Eka Rusadi yang merupakan guru SBK di SD Islam Al-Azhar 31 Jogja dengan judul ciptaan Cinta Indonesia. Sedangkan keluar peringkat kelima atas nama Victoria Memorita dari SD Tarakanita Bumijo Kota Joga dengan judul lagu Karakter dan Tekun Belajar.

Disdikpora DIY juga menetapkan Gregorius Unggul Eka yang merupakan guru SMA BOPKRI 1 Jogja berada di urutan kelima terbaik atas lagu ciptaannya berjudul Raih Cita-Cita. Para pemenang tersebut berdasarkan penilaian dewan juri mendapatkan nilai tertinggi 450 untuk juara pertama dan 417 untuk juara harapan kedua.

Ia menambahkan, kegiatan itu untuk menumbuhkan kreativitas guru atau tenaga pengajar di bidang seni sekaligus memperkaya lagu anak yang mengandung nilai pendidikan.

Rangkaian lomba telah dilakukan sejak 25 Agustus 2017, pada tahap awal pendaftarnya mencapai 265 guru yang menciptakan lagu. Kemudian dipilih 20 guru untuk melakukan presentasi di hadapan dewan juri.

“Harapannya ini menjadi pionir bagi peserta untuk mengasah kreativitas, mengasah bakat anak untuk pendidikan yang lebih baik,” ungkap dia.

lowongan pekerjaan
Netra-Group, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Era Tahun 1930-an

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Jumat (27/10/2017). Esai ini karya Nurudin, dosen Ilmu Komunikasi di Universitas Muhammadiyah Malang dan penulis buku Pengantar Komunikasi Massa. Alamat e-mail penulis adalah nurudin@umm.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini saya sedikit risau dengan hiruk pikuk pembicaraan di…