Sidang perdana Kabinet Kerja, Senin (27/10/2014). (Yayus Yuswoprihanto/JIBI/Bisnis) Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla memimpin sidang kabinet pertama bersama para menteri Kabinet Kerja di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta seusai acara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan para menteri, Senin (27/10/2014). Presiden memberikan arahan kepada para menteri agar langsung bekerja serta meminta agar menteri koordinator langsung melakukan koordinasi dengan para menteri di jajaran masing-masing. (Yayus Yuswoprihanto/JIBI/Bisnis)
Jumat, 3 November 2017 21:00 WIB Hadijah Alaydrus/JIBI/Bisnis Politik Share :

Kepercayaan Generasi Milenial Terhadap Jokowi-JK Lebih Rendah

Kepercayaan generasi milenial terhadap Jokowi-JK sedikit lebih rendah daripada non milenial.

Solopos.com, JAKARTA — Optimisme kaum milenial terhadap pemerintahan Jokowi-JK ternyata masih lebih rendah dibanding dengan kaum non-milenial. Namun, tingkat kepercayaan mereka masih di atasu 75%.

Hasil survei Centre for Strategic and International Studies (CSIS) menunjukan sekitar 75,3% kaum milenial yang optimistis bahwa pemerintahan Jokowi-JK mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Jumlah ini lebih rendah dibandingkan dengan kaum non-milenial yang persentasenya mencapai 77,8%.

Sementara itu, milenial yang tidak optimistis terhadap pemerintah dalam mendongkrak kesejahteraan mencapai 23,7%. Persentase tersebut lebih tinggi dibanding dengan kaum milenial yang hanya sekitar 21,9%.

Dari sisi optimisme terhadap kemampuan pemerintah meningkatkan pembangunan, CSIS merekam optimisme milenial hanya mencapai 82,5%. Angka ini lebih rendah dibandingkan dengan non-milenial sebesar 83,8%.

Adapun, milenial yang tidak optimistis dengan kemampuan pemerintah dalam hal pembangunan mencapai 16,2%. Persentase ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan non-milenial yang hanya 15,7%.

Kendati optimisme kaum milenial lebih rendah dibandingkan kaum non-milenial terhadap pemerintah, CSIS menuliskan dalam laporannya bahwa milenial dan non-milenial optimistis terhadap pemerintahan Jokowi-JK dalam hal peningkatan kesejahteraan rakyat dan pembangunan.

Survei Nasional CSIS bertajuk Orientasi Sosial, Ekonomi dan Politik Generasi Milenial ini dilakukan terhadap 600 responden dengan margin error 4%.

Survei tersebut juga menangkap responden dari populasi warga negara Indonesia berusia 17-29 tahun di 34 provinsi dengan metode multistage random sampling melalui teknik wawancara tatap muka. Adapun survei berlangsung mulai 23 Agustus hingga 30 Agustus 2017.

lowongan pekerjaan
Netra-Group, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Era Tahun 1930-an

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Jumat (27/10/2017). Esai ini karya Nurudin, dosen Ilmu Komunikasi di Universitas Muhammadiyah Malang dan penulis buku Pengantar Komunikasi Massa. Alamat e-mail penulis adalah nurudin@umm.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini saya sedikit risau dengan hiruk pikuk pembicaraan di…