Ilustrasi tenaga kerja Indonesia (TKI) sektor formal yang bakal ditempatkan di negara tujuan untuk mengisi lowongan kerja bidang kelautan, perhotelan, pertanian, pertambangan dan jasa. (JIBI/Solopos/Antara/Nyoman Budhiana) Ilustrasi tenaga kerja Indonesia (TKI) sektor formal yang bakal ditempatkan di negara tujuan untuk mengisi lowongan kerja bidang kelautan, perhotelan, pertanian, pertambangan dan jasa. (JIBI/Solopos/Antara/Nyoman Budhiana)
Jumat, 3 November 2017 08:40 WIB Rima Sekarani I.N/JIBI/Harian Jogja Kulon Progo Share :

Bandara Belum Jadi, Kulonprogo Sudah Latih Calon Pekerja Hotel

17 hotel jadi lokasi magang para peserta pelatihan.

Solopos.com, KULONPROGO— Pemkab Kulonprogo bekerja sama dengan Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) Jogja untuk menyelenggarakan pelatihan kerja bidang perhotelan. Pelatihan hotel sebagai antisipasi menghadapi keberadaan bandara baru Kulonprogo.

Kepala Bidang Pengembangan dan Penempatan Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Kabupaten Kulonprogo, Susilo mengatakan, jumlah peserta pelatihan mencapai 25 orang dan kebanyakan lulusan SMA/SMK. Mereka sebelumnya telah dibekali berbagai materi dan pengetahuan seputar perhotelan selama dua bulan di Balai Latihan Kerja (BLK) Kulonprogo.

Setelah jeda selama hampir dua pekan, mereka difasilitasi untuk memperdalam pemahaman terkait materi pelatihan melalui progam pemagangan selama tiga bulan di Jogja. “Lokasinya tersebar di 17 hotel. Pemagangan dimulai sejak kemarin Rabu (1/11/2017) sampai akhir Januari tahun depan,” kata Susilo, Kamis (2/11/2017).

Pelatihan kerja bidang perhotelan menjadi bagian upaya Pemkab Kulonprogo untuk menyiapkan masyarakat menghadapi kehadiran New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Temon. Megaproyek itu diyakini bakal mendorong percepatan pembagunan daerah sehingga berdampak besar bagi masyarakat Kulonprogo.

Baca Juga : Mimpi Hasto agar Kopi Menoreh Mejeng di Kafe Bandara NYIA

NYIA menjadi magnet bagi para investor, termasuk mereka yang bergerak di bidang perhotelan. Itulah mengapa Pemkab Kulonprogo merasa perlu meningkatkan kompetensi tenaga kerja lokal agar mampu memenuhi permintaan tenaga kerja bidang perhotelan di masa mendatang. Hal tersebut dilakukan dengan menggandeng beberapa pihak terkait, seperti IHGMA Jogja.

Susilo lalu berharap seluruh peserta nantinya bisa melaksanakan magang kerja dengan tekun, rajin, dan disiplin. Dengan begitu, mereka diharapkan benar-benar sudah siap saat harus terjun ke dunia kerja yang sesungguhnya. “Peluang kerja di bidang perhotelan diprediksi semakin membesar. Kami berusaha menyiapkan masyarakat untuk menghadapi peningkatan permintaan tenaga kerja berkompeten,” ujar Susilo.

Lowongan Pekerjaan
FASHION OUTLET, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Era Tahun 1930-an

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Jumat (27/10/2017). Esai ini karya Nurudin, dosen Ilmu Komunikasi di Universitas Muhammadiyah Malang dan penulis buku Pengantar Komunikasi Massa. Alamat e-mail penulis adalah nurudin@umm.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini saya sedikit risau dengan hiruk pikuk pembicaraan di…