Prewedding Kahiyang Ayu dan Muhammad Bobby Afif Nasution di Hyatt Regency Hotel, Selasa (19/9/2017). (Istimewa/All Seasons Photo) Prewedding Kahiyang Ayu dan Muhammad Bobby Afif Nasution di Hyatt Regency Hotel, Selasa (19/9/2017). (Istimewa/All Seasons Photo)
Jumat, 3 November 2017 09:40 WIB Holy Kartika N.S/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

Gara-Gara Putri Jokowi Nikah Jogja Kena Dampaknya

Jelang pernikahan Putri Jokowi, hotel di Jogja mulai ramai dipesan.

Solopos.com, JOGJA— Pernikahan puteri kedua Presiden Joko Widodo, Kahiyang Ayu akan segera digelar pada Selasa (7/11/2017) mendatang. Sejumlah hotel di Jogja juga terkena dampak positif dari perhelatan tersebut, di mana banyak tamu-tamu negara hingga pejabat yang menginap di kota ini.

“Ada beberapa tamu yang menginap di hotel kami. Beberapa mengatakan datang untuk acara pernikahan putri Pak Presiden,” ujar General Manager Grand Kesha Hotel, Atik Damarjati kepada Harian Jogja, Kamis (2/11/2017).

Atik mengungkapkan perhelatan pernikahan orang nomor satu di Indonesia itu turut memberikan berkah bagi perhotelan di Jogja. Kendati acara digelar di Solo, namun banyak tamu yang memilih menginap di hotel-hotel di Jogja.

“Kami senang karena ternyata meski acaranya di Solo, di Jogja dapat berkah dengan banyaknya tamu yang justru memilih kota ini untuk stay,” imbuh Atik.

Sejumlah pejabat juga tampak menginap di Royal Ambarrukmo Yogyakarta Hotel. Marketing and Communications Manager Royal Ambarrukmo Yogyakarta Hotel, Khairul Anwar mengatakan banyak tamu-tamu penting yang menginap di hotel heritage ini. Namun, dia tidak dapat memastikan tujuan kedatangan ke Jogja untuk menghadiri pernikahan Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution.

“Banyak tamu asing dan pejabat yang menginap. Tetapi kami tidak tahu apakah kedatangannya untuk acara pernikahan Pak Jokowi, liburan atau hanya untuk meeting,” imbuh Awang.

Sementara itu, Ketua Perhimpuanan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY, Istidjab M. Danunagoro berharap okupansi hotel di Jogja mendapatkan dampak positif dengan adanya perhelatan tersebut. Apalagi kali ini, kata Istidjab, Presiden Joko Widodo berkesempatan ngunduh mantu, sehingga acara sakral tersebut akan digelar cukup besar dan lebih meriah.

“Kami sudah dapat info, jika hotel-hotel di Solo sudah mulai penuh. Jadi kami berharap, banyak tamu yang tidak tertampung di Solo dapat lari ke Jogja,” ungkap Istidjab.

Menurut Istidjab, beberapa hotel bintang di Jogja juga sudah mendapatkan dampak dari acara yang akan diselenggarakan di Graha Sabha Buana, Solo. Pasalnya, beberapa tamu yang rencananya akan menghadiri acara tersebut mulai melakukan pemesanan kamar di sejumlah hotel di Jogja.

“Ada juga yang memang kehabisan kamar di Solo, lalu ke Jogja. Atau ada yang ingin sekalian mengunjungi anaknya yang sekolah di Jogja dan juga berlibur sekalian. Kami berharap dari acara tersebut dapat turut mendongkrak okupansi dan peningkatan tamu yang datang hingga 20 persen, terutama untuk hotel bintang tiga dan empat,” jelas Istidjab.

Lowongan Pekerjaan
FASHION OUTLET, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Era Tahun 1930-an

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Jumat (27/10/2017). Esai ini karya Nurudin, dosen Ilmu Komunikasi di Universitas Muhammadiyah Malang dan penulis buku Pengantar Komunikasi Massa. Alamat e-mail penulis adalah nurudin@umm.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini saya sedikit risau dengan hiruk pikuk pembicaraan di…