Ekonomi kreatif sabun natural Christy Mahanani menunjukkan beberapa produk sabun hasil olahannya Jumat (3/11/2017). (Holy Kartika N.S/JIBI/Harian Jogja)
Jumat, 3 November 2017 23:40 WIB Holy Kartika N.S/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

Coba-Coba Bikin Sabun Ternyata Berujung Untung

Sabun mandi jadi salah satu peluang bisnis ekonomi kreatif.

Solopos.com, JOGJA— Menjadi ibu baru membuat Christy Mahanani, 31, sangat protektif pada segala keperluan buah hatinya, khususnya sabun mandi. Alasan itu juga yang akhirnya membuat Christy mencoba belajar membuat sabun natural yang tak disangka kini menjadi penghasilan bisnis yang menguntungkan.

Ditemui Harianjogja.com di Toko Barang Bareng, Jalan Suryodiningratan, Christy mengungkapkan keterampilan membuat sabun natural diperolehnya saat mengikuti kelas sabun yang digagas salah satu pelaku usaha sabun natural asal Jakarta. Selama ini, sabun mandi, baik batang maupun cair, dia mengira hanya dapat dibeli di toko.

Namun setelah bertemu dengan perajin sabun natural itu, Christy menjadi teredukasi tentang jenis, bahan pembuatan sabun hingga perbedaan sabun natural dan buatan pabrik. Sejak saat itu, Christy akhirnya mulai hobi membuat sabun untuk digunakan keluarganya.

“Di akhir 2015, jadi suka sekali bikin sabun. Sampai akhirnya tidak bisa bikin lagi karena kehabisan bahan, sementara sabun yang dibuat banyak. Awalnya coba dibawa ke kantor, lalu teman menawarkam untuk dijual. Meski awalnya tidak PD [percaya diri], tapi ternyata sabun ini laku juga,” ungkap Christy.

Sabun rumahan buatan Christy mengandung bahan-bahan yang umumnya dapat diperoleh di sekitar rumah. Ibu satu anak ini mengatakan sabun natural buatannya hanya terdiri dari beberapa bahan penting yakni air, minyak esensial, serta minyak zaitun, mintak kelapa atau butter, lalu soda api untuk membuat sabun batang.

Christy mengakui harga sabun natural buatannya terbilang cukup mahal. Harga per batang sabun natural ini dilego mulai dari Rp25.000. Hal ini disebabkan bahan baku serta pembuatannya yang benar-benar homemade alias industri rumah tangga. Selain itu, bahan yang diperlukan juga relatif alami dan aman untuk tubuh, baik bagi pemilik kulit sensitif ataupun anak-anak.

“Dalam sabun itu memiliki zat gliserin alami yang dapat membuat kulit jadi sehat dan lembut. Kalau di pabrikan, biasanya gliserin alami itu diambil lalu dijual untuk kosmetik dengan harga mahal dan sabun batangnya fiberi gliserin kimia. Tetapi di dalam sabun natural, gliserin itu tetap dipertahankan,” jelas Christy.

Sabun natural yang dilabeli dengan merek Kinanthi ini banyak dijual di berbagai pameran UMKM dan beberapa butik atau toko. Untuk bahan tambahan, Christy mengaku hanya mencampur dengan beberapa bahan yang bisa diperoleh dengan mudah. Di antaranya madu, kunyit, ampas kopi, daun binahong, bahkan sabun yang dibuat dengan minuman bir juga selalu laris manis.

lowongan pekerjaan
Netra-Group, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Era Tahun 1930-an

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Jumat (27/10/2017). Esai ini karya Nurudin, dosen Ilmu Komunikasi di Universitas Muhammadiyah Malang dan penulis buku Pengantar Komunikasi Massa. Alamat e-mail penulis adalah nurudin@umm.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini saya sedikit risau dengan hiruk pikuk pembicaraan di…