Ilustrasi aktivitas nelayan. (JIBI/Harian Jogja/Gigih M. Hanafi) Ilustrasi aktivitas nelayan. (JIBI/Harian Jogja/Gigih M. Hanafi)
Jumat, 3 November 2017 22:20 WIB David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja Gunung Kidul Share :

Belum Dilakukan, Konversi Gas untuk Nelayan Gunungkidul Sudah Hadapi Kendala

DKP Gunungkidul khawatir program konversi gas untuk nelayan tidak berjalan lancar

Solopos.com, GUNUNGKIDUL-Dinas Kelautan dan Perikanan Gunungkidul siap mendukung wacana Pemerintah Pusat dalam program konversi bahan bakar minyak ke gas untuk kebutuhan melaut. Namun, pemerintah diminta memperhatikan beberapa kendala yang mungkin terjadi saat program benar-benar dijalankan.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Gunungkidul Khairudin mengakui program konversi gas untuk nelayan belum ada perkembangan. Pascasosialisasi yang dilaksanakan beberapa bulan lalu, hingga sekarang belum ada koordinasi lanjutan terkait dengan program tersebut. “Intinya kami siap membantu, tapi semua ini sangat tergantung kebijakan dari pemerintah pusat,” kata Khairudin kepada Harian Jogja, Kamis (2/11/2017).

DKP Gunungkidul mengaku siap mendukung program konversi sehingga dapat berjalan dengan lancar, terlebih lagi penggunaan gas untuk bahan bakar melaut diklaim lebih hemat. Namun, dari hasil analisa di lapangan, program tersebut memiliki tantangan tersendiri jika dilaksanakan di kawasan Laut Selatan.

Baca juga : Konversi Gas untuk Nelayan Pesisir Selatan Masih Sebatas Sosialisasi, Kapan Realisasi?

Karakteristik wilayah dan ketinggian gelombang yang berbeda dengan daerah-daerah lain di Indonesia harus benar-benar diperhatikan. Khairudin mengungkapkan, ada potensi penggunaan gas untuk melaut di Pantai Selatan kurang optimal. Penggunaan gas sebagai bahan bakar akan lebih irit. Namun, konsekuensi itu berdampak terhadap kekuatan mesin kapal yang menjadi lebih lambat.

“Ini yang jadi permasalahan karena aktivitas kapal dari darat ke laut membutuhkan kekuatan yang maksimal karena kuatnya gelombang di Pantai Selatan. Ditakutkan jika menggunakan gas sebagai bahan bakar tidak bisa digunakan menuju ke tengah sehingga aktivitas menangkap ikan jadi terkendala,” ujar dia.

Baca juga : Program Konversi Gas Belum Maksimal, Apa Penyebabnya?

Khairudin pun berharap agar masalah ini benar-benar diperhatikan sehingga pemberian converter kit sebagai penunjang program konversi gas tidak menjadi sia-sia. “Untuk itu kami minta dikaji dengan benar. Sebab dengan kondisi dan karakteristik itu, para nelayan sudah menggunakan mesin kapal yang khusus agar bisa melewati kuatnya gelombang di Pantai Selatan,” kata dia.

Lowongan Pekerjaan
CV SINDUNATA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Era Tahun 1930-an

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Jumat (27/10/2017). Esai ini karya Nurudin, dosen Ilmu Komunikasi di Universitas Muhammadiyah Malang dan penulis buku Pengantar Komunikasi Massa. Alamat e-mail penulis adalah nurudin@umm.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini saya sedikit risau dengan hiruk pikuk pembicaraan di…