Greysia Polii/Apriyani Rahayu (Badmintonindonesia.org)
Jumat, 3 November 2017 16:25 WIB Ahmad Baihaqi/JIBI/Solopos.com Raket Share :

Begini Evaluasi PBSI Usai Jalani 2 Turnamen di Eropa

Para pebulu tangkis Indonesia telah mengikuti dua turnamen di Eropa.

Solopos.com, JAKARTA – Turnamen Denmark Open 2017 dan Prancis Open 2017 telah diikuti oleh para pebulu tangkis Indonesia dari Pelatnas. PBSI pun melakukan evaluasi atas hasil yang dicapai para atlet.

Dalam turnamen Denmark Open 2017 yang digelar pekan lalu, tak ada wakil Indonesia yang menjadi juara. Indonesia hanya menempatkan satu finalis yakni ganda putra Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon. Sayangnya, Kevin/Marcus dikalahkan juara dunia 2017, Zhang Nan/Liu Cheng (Tiongkok), dengan skor 16-21, 24-22, 19-21 di babak final.

Di turnamen tersebut, Indonesia sebenarnya menempatkan tiga semifinalis selain Kevin/Marcus. Dua semifinalis lainnya adalah pasangan ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir dan pasangan ganda putra Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi.

Sementara itu di Prancis Open 2017, Indonesia berhasil memboyong dua gelar. Dua gelar itu dipersembahkan ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu dan Tontowi/Liliyana. Greysia/Apriyani yang tak diunggulkan, berhasil membuat kejutan dengan meraih gelar juara dengan menumbangkan para unggulan dari Jepang, Tiongkok dan Korea.

Greysia/Apriyani merebut titel juara setelah menumbangkan Lee So Hee/Shin Seung Chan (Korea), dengan skor 21-17, 21-15. Sementara Tontowi/Liliyana mengalahkan unggulan pertama dari Tiongkok, Zheng Siwei/Chen Qingchen, dengan skor 22-20, 21-15.

“Hasil di Denmark dan Prancis sangat baik, karena kami mampu merebut dua gelar super series. Khususnya di ganda putri yang sudah 20 tahun tidak juara di Prancis,” kata Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Susy Susanti, seperti dikutip dari Badmintondindonesia.org, Jumat (3/11/2017).

“Semoga hasil ini memberi semangat baru dan menular ke atlet sektor lain, agar dapat memacu diri, kerja keras, untuk dapat menghasilkan prestasi terbaik di kejuaraan-kejuaraan penting yang akan datang,” sambungnya.

Susy menilai sektor ganda campuran, ganda putra serta ganda putri telah menunjukkan hasil yang cukup baik. Namun sektor tunggal putra dan putri masih perlu konsistensi dan kerja keras lebih.

“Tunggal putra dan tunggal putri masih belum konsisten, butuh fokus kematangan dalam menghadapi setiap lawan, serta kesiapan dalam menghadapi lawan yang berbeda-beda,” jelasnya.

“Untuk tunggal putri, kami masih harus kerja keras untuk bisa masuk rangking elit dunia, kami usahakan dalam waktu satu-dua tahun yang akan datang untuk bisa mencapai prestasi yang lebih tinggi seperti di level super series,” tutup Susy.

Lowongan Pekerjaan
CV SINDUNATA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Era Tahun 1930-an

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Jumat (27/10/2017). Esai ini karya Nurudin, dosen Ilmu Komunikasi di Universitas Muhammadiyah Malang dan penulis buku Pengantar Komunikasi Massa. Alamat e-mail penulis adalah nurudin@umm.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini saya sedikit risau dengan hiruk pikuk pembicaraan di…