Petugas dari Gudang Bulog Logandeng sedang menurunkan jatah beras miskin untuk warga di Desa Bejiharjo, Karangmojo, Jumat (5/8/2016). (David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja) Petugas dari Gudang Bulog Logandeng sedang menurunkan jatah beras miskin untuk warga di Desa Bejiharjo, Karangmojo, Jumat (5/8/2016). (David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja)
Jumat, 3 November 2017 15:20 WIB Herlambang Jati Kusumo/JIBI/Harian Jogja Bantul Share :

Banyak Warga Bantul Masih Tergantung Rastra

Jumlah penerima beras sejahtera (Rastra) di Bantul masih cukup tinggi

Solopos.com, BANTUL–Jumlah penerima beras sejahtera (Rastra) di Bantul masih cukup tinggi yaitu sebanyak 97.472 keluarga penerima. Setiap bulannya setiap kepala keluarga menerima bantuan 15 kg.

Menurut Kepala Bidang Bantuan Jaminan Sosial, Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bantul Saryadi mengatakan tidak mengetahui terkait amggaran yang dikeluarkan untuk bantuan Rastra. “Dari Kementerian Sosial langsung ke Bulog, pakai APBN,” katanya.

Dari pihak Dinas sendiri menurut Saryadi hanya turut memantau pendistribusian beras itu saat di kelurahan. Untuk penyebaran Rastra sendiri dikatakan oleh Saryadi yang paling banyak di daerah Banguntapan dan Sewon mengingat kondisi jumlah penduduk yang memang banyak.

Jumlah penerima Rastra sendiri menurut Saryadi tidak pasti. “Bisa naik bisa turun. Tahun 2017 ini sepertinya naik dari tahun sebelumnya. Tergantung kuota nasional dalam APBN,” kata Saryadi.

Menurut Saryadi untuk sasaran penerima sendiri dari info masyarakat dia mengatakan masih kurang tepat, tetapi hal itu dapat diatasi karena dapat dibicarakan dalam musyawarah desa.

Rastra yang menggantikan Beras Miskin (Raskin) menurutnya tidak ada perubahan, hanya saja namanya yang ganti.

Untuk masalah kualitas dirinya mengatakan jika kualitas yang di terima oleh masyarakat kurang baik, menurutnya dapat ditukarkan ke Bulog.

“Memang kualitas dari Rastra sendiri fluktuatif, jadi masyarakat bisa menukar ke Bulog tapi ya sepertinya butuh waktu. Karena untuk mengurusi seluruh desa di Bantul butuh waktu 14 hari,” ujarnya.

Sebelumnya dukuh Dukuh, Imogiri, Naryoto mengatakan bahwa kondisi Rastra yang diterima di daerahnya kurang baik dan dikeluhkan oleh sejumlah warganya.

Lowongan Pekerjaan
CV SINDUNATA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Era Tahun 1930-an

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Jumat (27/10/2017). Esai ini karya Nurudin, dosen Ilmu Komunikasi di Universitas Muhammadiyah Malang dan penulis buku Pengantar Komunikasi Massa. Alamat e-mail penulis adalah nurudin@umm.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini saya sedikit risau dengan hiruk pikuk pembicaraan di…