Pelajar Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melakukan latihan memanah di Kota Jogja, Rabu (6/9/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Andreas Fitri Atmoko) Pelajar Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melakukan latihan memanah di Kota Jogja, Rabu (6/9/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Andreas Fitri Atmoko)
Jumat, 3 November 2017 15:43 WIB Jumali/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

?KEJURNAS PANAHAN 2017
DIY Sudah Kumpulkan 3 Emas, 1 Perak dan 1 Perunggu

Sejumlah medali emas, perak dan perunggu berhasil diraih kontingen DIY dalam Kejurnas Panahan 2017.

Solopos.com, JOGJA— Kontingen panahan DIY terus mengumpulkan pundi-pundi medali dalam Kejurnas Panahan 2017 yang digelar di lapangan Blang Padang, Banda Aceh.

Hingga hari kedua pelaksanaan Kejurnas, Jumat (3/11/2017) siang, kontingen DIY telah mengumpulkan tiga emas, satu perak dan satu perunggu.

Adapun perincian perolehan medali adalah tiga emas dipersembahkan oleh Hendra Purnama (perorangan recruve putra), Oka Bagus (aduan perorangan putra), dan Hendra Purnama, Oka Bagus, Arif DP, dan Dian Ramadhan pada aduan beregu putra.

Sedangkan sebiji medali perak dipersembahkan oleh Hendra Purnama di nomor perorangan recurve putra sesi kedua. Sementara untuk nomor perorangan recurve putri, wakil DIY Rizky Amelia W hanya mampu mempersembahkan perunggu.

Pelatih panahan DIY Budi Widayanto mengaku puas dengan raihan 3 emas, 1 perak dan 1 perunggu. Pihaknya memperkirakan, target meraih 5 emas pada kejuaraan yang akan berakhir 8 November mendatang ini akan tercapai.

“Karena hari ini, mereka [pemanah asal DIY] juga masih bertanding di nomor compound. Besok kami juga masih punya recurve campuran. Oleh karena itu kami optimistis target mampu tercapai,” kata Budi Jumat (11/3/2017).

Kejurnas Panahan 2017 diikuti oleh 326 atlet panahan dari 22 provinsi se-Indonesia. Pada kejuaraan yang digelar di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh itu dipertandingkan enam kategori perlombaan yakni compound, recurve dan ronde nasional.

Lowongan Pekerjaan
CV SINDUNATA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Era Tahun 1930-an

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Jumat (27/10/2017). Esai ini karya Nurudin, dosen Ilmu Komunikasi di Universitas Muhammadiyah Malang dan penulis buku Pengantar Komunikasi Massa. Alamat e-mail penulis adalah nurudin@umm.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini saya sedikit risau dengan hiruk pikuk pembicaraan di…