Petugas pemadam kebakaran tengah memadamkan api yang membakar TPST Piyungan, Kamis (2/11/2017). (Rheisnayu Cyntara/JIBI/Harian Jogja) Petugas pemadam kebakaran tengah memadamkan api yang membakar TPST Piyungan, Kamis (2/11/2017). (Rheisnayu Cyntara/JIBI/Harian Jogja)
Kamis, 2 November 2017 17:40 WIB Rheisnayu Cyntara/JIBI/Harian Jogja Bantul Share :

TPST Piyungan Terbakar

Tebing sampah TPST Piyungan setinggi 20 meter terbakar.

Solopos.com, BANTUL– Tebing sampah setinggi 20 meter di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan terbakar, Kamis (2/11/2017) siang. Kebakaran ini diklaim kebakaran terbesar kedua setelah kebakaran serupa pada 2007 silam. Sembilan tangki air dan satu alat berat diterjunkan untuk membantu proses pemadaman api. Api baru dapat dipadamkan pada pukul 14.30 WIB.

Salah seorang pemulung sampah di lokasi kejadian, Suwanto meyebutkan, api terlihat muncul sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu, para pemungut sampah di sekitar lokasi memgetahui api sudah membesar dan membakar sampah dengan luasan sekitar dua meter. Menurutnya, angin yang bertiup kencang memicu api menjalar dengan cepat. Tidak lama berselang, membakar area sampah seluas 15 meter. “Sudah delapan tahun saya di sini, ini yang paling besar,” katanya Kamis (2/11/2017).

Suwanto menambahkan titik api tersebut muncul di tebing, sehingga warga tidak bisa mencapai lokasi untuk memadamkan api. Ditambah lagi sisi bawah tebing merupakan selokan resapan air sulit untuk dilalui karena cukup dalam. Suwanto menambahkan sebenarnya kebakaran sering terjadi di TPST tersebut, namun api tidak sampai membesar, warga sudah berhasil memadamkannya. Biasanya kebakaran kecil itu terjadi akibat pemungut sampah yang teledor, membuang puntung rokok tanpa dimatikan terlebih dahulu.

Namun karena akses ke titik api kali ini cukup sulit, kebakaran ini tidak bisa diatasi dengan cepat. Meski tidak mengetahui secara persis penyebabnya, namun Suwanto menduga kebakaran tersebut diakibatkan korek api gas bekas yang meledak diantara tumpuhan sampah. “Karena terkena panas jadi meledak,” ujarnya.

Lowongan Pekerjaan
FASHION OUTLET, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Era Tahun 1930-an

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Jumat (27/10/2017). Esai ini karya Nurudin, dosen Ilmu Komunikasi di Universitas Muhammadiyah Malang dan penulis buku Pengantar Komunikasi Massa. Alamat e-mail penulis adalah nurudin@umm.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini saya sedikit risau dengan hiruk pikuk pembicaraan di…