Ketua Umum DPP Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI), Ali Mahsun (tengah), menyampaikan deklarasi rencana penerbitan Bank Kaki Lima Indonesia, di kantor Desa Majegan, Tulung, Rabu (1/11/2017). (Cahyadi Kurniawan/JIBI/Solopos) Ketua Umum DPP Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI), Ali Mahsun (tengah), menyampaikan deklarasi rencana penerbitan Bank Kaki Lima Indonesia, di kantor Desa Majegan, Tulung, Rabu (1/11/2017). (Cahyadi Kurniawan/JIBI/Solopos)
Kamis, 2 November 2017 11:00 WIB Cahyadi Kurniawan/JIBI/Solopos Klaten Share :

Saham Bank Kaki Lima Indonesia Dijual Rp10.000/Lembar

APKLI akan mendirikan Bank Kali Lima Indonesia.

Solopos.com, KLATEN — Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) bakal meluncurkan Bank Kaki Lima Indonesia pada 2018. Harga saham bank itu dijual Rp10.000 per lembar.

Ketua Umum DPP APKLI, Ali Mahsun, mengatakan butuh dana sekitar Rp5 triliun – Rp6 triliun untuk mendirikan bank tersebut. Dana tersebut dihimpun dari penjualan saham yang bakal dirilis APKLI sebanyak 600 juta lembar dan dijual Rp10.000 per lembar.

“Dana ini harus tersedia dalam sepuluh bulan mulai 1 November,” kata Ali, dalam sambutannya pada pelantikan pengurus DPD APKLI di kantor Desa Majegan, Tulung, Klaten, Rabu (1/11/2017).

Bank itu, lanjut Ali, bakal diluncurkan pada peringatan HUT ke-73 Republik Indonesia. “Demi merah putih dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, saya perintahkan kepada seluruh pengurus APKLI di seluruh tanah air segera turun gunung mewujudkan Bank Kaki Lima Indonesia sebagai hadiah terindah HUT RI pada 2018,” imbau Ali.

Ali juga mewajibkan kepada seluruh jajaran APKLI dan PKL seluruh Indonesia agar menggelar sosialisasi kepada seluruh PKL di tanah air. Tak hanya itu, PKL juga diminta membeli saham Bank Kaki Lima Indonesia. “Oleh karena itu, PKL mulai hari ini hingga 17 Agustus 2018 wajib menjual saham 2 juta lembar per kabupaten/kota se-Jawa,” tutur dia.

Keberadaan bank tersebut, lanjut Ali, sangat penting dalam rangka meningkatkan kesejahteraan PKL. Bagi Ali, sepanjang pelaku UMKM dan PKL tidak memiliki bank sendiri, usaha mereka tidak bakal maju dan berkembang.

Ketua DPD APKLI Klaten, Sawal, mengatakan dalam memajukan PKL, APKLI memiliki lima program antara lain dukungan akses permodalan, menyediakan perumahan bagi PKL, distribusi pergudangan, pengembangan teknologi informasi dan komunikasi, serta penampingan PKL.

Dalam hal permodalan, PKL bisa melakulan peminjaman kredit dengan plafon hingga Rp25 juta. Di Klaten, ada 34 PKL yang terlayani program itu.

“Kami juga bakal menyiapkan 5.000 perumahan bagi PKL yang belum memiliki rumah. Saat ini, kami masih menghimpun berapa kebutuhan PKL Klaten dengan melibatkan DPC,” ujar Sawal. Saat ini ada 400-an PKL Klaten mendaftarkan diri menjadi anggota APKLI.

Lowongan Pekerjaan
FASHION OUTLET, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Era Tahun 1930-an

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Jumat (27/10/2017). Esai ini karya Nurudin, dosen Ilmu Komunikasi di Universitas Muhammadiyah Malang dan penulis buku Pengantar Komunikasi Massa. Alamat e-mail penulis adalah nurudin@umm.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini saya sedikit risau dengan hiruk pikuk pembicaraan di…