Seorang pengrajin menganyam rotan kursi pesanan keluarga Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk pernikahan Kahiyang Ayu di Desa Trangsan, Kecamatan Gatak, Rabu (1/11/2017). (Bony Eko Wicaksono/JIBI/Solopos) Seorang pengrajin menganyam rotan kursi pesanan keluarga Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk pernikahan Kahiyang Ayu di Desa Trangsan, Kecamatan Gatak, Rabu (1/11/2017). (Bony Eko Wicaksono/JIBI/Solopos)
Kamis, 2 November 2017 08:35 WIB Bony Eko Wicaksono/JIBI/Solopos Sukoharjo Share :

PERNIKAHAN PUTRI JOKOWI
Pengrajin Rotan Trangsan Kecipratan Keuntungan Berlipat dari Resepsi Kahiyang-Bobby

Pengrajin rotan di Trangsan, Sukoharjo, ikut ketiban rezeki dari resepsi pernikahan Kahiyang putri Jokowi.

Solopos.com, SUKOHARJO — Pengrajin rotan di Desa Trangsan, Kecamatan Gatak, Sukoharjo, meraup keuntungan berlipat menjelang pernikahan putri Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kahiyang Ayu, dengan Bobby Nasution pada 8 November.

Mereka mendapat order 114 kursi senilai kurang lebih Rp18 juta untuk prosesi ijab kabul dan tamu undangan VIP. Seorang pengrajin rotan di Desa Trangsan, Kecamatan Gatak, Sardjito, menerima pesanan kursi dari putra sulung Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, sebulan lalu.

Gibran datang langsung ke rumahnya dan meminta agar Sardjito menganyam ratusan rangka kursi dari rotan. “Rangka kursi itu dibuat pabrik mebel milik Presiden Jokowi di Trangsan. Nah, saya hanya menganyam dan finishing kursi sesuai permintaan Mas Gibran,” kata dia saat berbincang dengan wartawan, Rabu (1/11/2017).

Tarif jasa menganyam kursi rotan Rp160.000 per unit. Sementara jumlah pesanan kursi rotan untuk prosesi pernikahan Kahiyang-Bobby sebanyak 114 buah. Artinya, omzet order kursi rotan dari keluarga Presiden Jokowi senilai Rp18 juta.

Sardjito memerinci jumlah kursi rotan pesanan keluarga Presiden Jokowi yakni 12 kursi warna emas yang dipakai saat prosesi ijab kabul dan 102 kursi lainnya untuk tamu undangan VIP. “Saya menganyam ratusan kursi rotan itu dibantu empat karyawan yang bekerja pagi sampai malam hari. Sebanyak 12 kursi warna emas telah dikirim ke Gedung Graha Saba Buana, Solo, pada beberapa hari lalu,” papar dia.

Sardjito menargetkan penggarapan ratusan kursi rotan rampung pada Senin (6/10/2017). Saat ini, progres penggarapan kursi rotan mencapai 80 persen. Dia bakal lembur hingga larut malam untuk merampungkan order itu.

Lebih jauh, Sardjito berharap order kursi rotan dari keluarga Presiden Jokowi bisa mempromosikan produk kerajinan rotan di Desa Trangsan. Hal ini bakal berimplikasi pada peningkatan perekonomian daerah. “Saya kurang paham model kursi pesanan keluarga Presiden Jokowi. Namun sepertinya kursi model Eropa yang telah dimodifikasi.”

Sementara itu, Kepala Desa Trangsan, Sriyana, mengaku bersyukur ada pengrajin rotan di Trangsan yang mendapat order dari keluarga Presiden Jokowi. Berbagai produk kerajinan rotan seperti meja, kursi hingga cermin dikenalkan kepada masyarakat. Saat ini, produk kerajinan rotan tak hanya menyasar order dari luar negeri melainkan pasar lokal seperti hotel dan restoran.

Lowongan Pekerjaan
CV SINDUNATA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Era Tahun 1930-an

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Jumat (27/10/2017). Esai ini karya Nurudin, dosen Ilmu Komunikasi di Universitas Muhammadiyah Malang dan penulis buku Pengantar Komunikasi Massa. Alamat e-mail penulis adalah nurudin@umm.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini saya sedikit risau dengan hiruk pikuk pembicaraan di…