ilustrasi
Kamis, 2 November 2017 11:15 WIB Rudi Hartono/JIBI/Solopos Wonogiri Share :

PENDIDIKAN WONOGIRI
Mahasiwa Penerima Dana Kuliah Dituntut Tingkatkan Prestasi

Pendidikan Wonogiri, pemkab memberikan penghargaan dana kuliah bagi mahasiswa berprestasi.

Solopos.com, WONOGIRI — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Wonogiri akan mengontrol prestasi mahasiswa penerima penghargaan dana kuliah. Jika prestasi turun hingga di bawah batas toleransi, bantuan dana kuliah dihentikan.

Sekretaris Disdikbud Wonogiri, Sriyanto, Rabu (1/11/2017), menyampaikan dana kuliah Rp12 juta/mahasiswa setahun akan disalurkan dalam satu kali transfer tetapi dicairkan dua tahap. Tahap pertama senilai Rp6 juta dan separuhnya dicairkan tahap II pada semester berikutnya.

Mahasiswa wajib menyerahkan kartu hasil studi (KHS) yang di dalamnya memuat indeks prestasi kumulatif (IPK) sebagai syarat pencairan tahap II. Cara itu ditempuh agar prestasi mahasiswa penerima dana dapat dikontrol.

Apabila IPK turun hingga di bawah batas minimal yang ditetapkan, dana tahap II tidak dicairkan. Sisa dana yang mengendap dalam rekening ditarik kembali ke kas daerah.

“Ini untuk mendorong agar mahasiswa penerima dana meningkatkan prestasi. Mahasiswa harus punya tanggung jawab bahwa dirinya sudah menerima dana bantuan, jadi prestasi harus bagus. Setidaknya prestasi bisa dipertahankan,” kata Sriyanto.

Informasi yang dihimpun, ambang batas IPK yang ditetapkan untuk mengukur prestasi mahasiswa penerima sama dengan IPK minimal yang disyaratkan bagi calon pendaftar program. Ambang batas IPK bagi mahasiswa penerima yang masuk klaster I minimal 3,0; penerima klaster II minimal 3,2; dan penerima klaster III minimal 3,3.

Mekanisme pencairan pada program tahun ini berbeda dengan tahun lalu. Pada 2016 dana kuliah hanya dicairkan satu kali. Saat itu program menggunakan anggaran senilai Rp2 miliar. Mahasiswa penerima terdapat 166 orang. Seperti diketahui, program serupa kembali digulirkan tahun ini. Anggaran ditambah menjadi Rp2,4 miliar dengan sasaran 200 mahasiswa. Pendaftaran dibuka 1-10 November 2017.

Menurut Sriyanto prestasi mahasiswa penerima dana kuliah 2016 tidak turun hingga di bawah ambang batas. Mereka membentuk paguyuban dengan nama Paguyuban Mahasiswa Berprestasi Wonogiri (Pagmasiri) untuk memudahkan berkomunikasi dan bertukar pengalaman.

Sebanyak 10 orang sudah lulus belum lama ini. Mereka diberi tugas terjun ke sekolah asal untuk memotivasi adik kelas, terutama yang berprestasi dari keluarga miskin, agar tidak ragu melanjutkan pendidikan di PTN. Hal itu karena Pemkab akan membantu membiayai kuliah.

Salah satu penerima dana kuliah 2016, Hanry Pratama Putra, 22, bersyukur tahun lalu mendapat bantuan dana kuliah. Dia sudah wisuda belum lama ini. Sebelumnya pemuda asal Manyaran itu mahasiswa jurusan Pendidikan PPKn FKIP UNS Solo.

Hanry menggunakan bantuan untuk membiayai kuliah semester VII dan VIII. Keluarganya merasa sangat terbantu. Sebelumnya orang tua Ketua Pagmasiri itu harus susah payah membiayai semesteran yang mencapai jutaan rupiah.

Lowongan Pekerjaan
CV SINDUNATA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Era Tahun 1930-an

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Jumat (27/10/2017). Esai ini karya Nurudin, dosen Ilmu Komunikasi di Universitas Muhammadiyah Malang dan penulis buku Pengantar Komunikasi Massa. Alamat e-mail penulis adalah nurudin@umm.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini saya sedikit risau dengan hiruk pikuk pembicaraan di…