Wali Kota Madiun Sugeng Rismiyanto (kiri) mengambil salah satu kupon yang beruntung dan berhak mendapatkan hadiah di Pasar Besar Madiun, Kamis (2/11/2017). (Istimewa/Pemkot Madiun) Wali Kota Madiun Sugeng Rismiyanto (kiri) mengambil salah satu kupon yang beruntung dan berhak mendapatkan hadiah di Pasar Besar Madiun, Kamis (2/11/2017). (Istimewa/Pemkot Madiun)
Kamis, 2 November 2017 19:05 WIB Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com Madiun Share :

Pemkot Madiun Bagikan Hadiah Undian untuk Para Pembeli di Pasar

Pemkot Madiun menyelenggarakan undian berhadiah untuk menarik minat masyarakat berbelanja di pasar tradisional.

Solopos.com, MADIUN — Pemerintah Kota Madiun menggelar gebyar undian belanja berhadiah di Pasar Besar Madiun, Kamis (2/11/2017). Gebyar undian ini untuk menarik minat masyarakat supaya mau berbelanja di pasar tradisional.

Wali Kota Madiun, Sugeng Rismiyanto, mengatakan gebyar undian belanja berhadiah ini merupakan ajang tahunan pemerintah untuk menggerakkan masyarakat supaya lebih mencintai berbelanja di pasar tradisional. Selain itu, dengan berbelanja di pasar tradisional diharapkan juga bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kalau pembeli banyak, pedagang pasti tambah rezekinya. Baik pedagang maupun pembeli diberikan kesempatan yang sama dalam gebyar undian berhadiah ini,” kata dia saat membuka kegiatan penarikan undian di Pasar Besar Madiun, Kamis.

Sugeng menuturkan pedagang di pasar tradisional supaya terus berinovasi dalam menjual barang dagangannya. Salah satunya dengan membuat promo-promo untuk lebih menarik pembeli.

Hadiah utama dalam gebyar undian belanja berhadiah ini berupa sepeda motor, televisi LED, lemari es, kipas angin, dan lainnya.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Madiun, Gaguk Hariyono, mengatakan undian berhadiah ini rutin dilakukan selama tiga tahun terakhir. Undian ini berlaku untuk semua pembeli dengan nominal belanja di toko pasar minimal Rp100.000 atau belanja di kios minimal Rp75.000, dan belanja di los minimal Rp50.000. Pembeli akan mendapatkan kupon dan dimasukkan ke dalam kotak di pasar.

Hingga kini ada sekitar 30.000 kupon yang masuk. Pembeli yang beruntung pada waktu mengambil hadiah cukup membawa kartu identitas yang berlaku.

“Saya berharap dengan adanya undian ini, pasar tradisional tidak kalah dengan pasar modern,” jelas Gaguk.

Seorang pedagang di Pasar Besar Madiun, Richo, mengatakan jumlah pembeli di kiosnya semakin banyak sejak ada program gebyar undian. Sebelum ada gebyar undian, dirinya hanya bisa menjual tiga potong baju. Namun, setelah ada program itu bisa menjual sekitar 10 potong baju setiap hari.

“Sekarang belanja di Pasar Besar semakin nyaman. Ada berbagai fasilitaa yang ada dan di lokasi pasar jalannya juga bagus,” kata dia.

Lowongan Pekerjaan
FASHION OUTLET, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Era Tahun 1930-an

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Jumat (27/10/2017). Esai ini karya Nurudin, dosen Ilmu Komunikasi di Universitas Muhammadiyah Malang dan penulis buku Pengantar Komunikasi Massa. Alamat e-mail penulis adalah nurudin@umm.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini saya sedikit risau dengan hiruk pikuk pembicaraan di…