Rumah Makan Seafood Kalimi di Jl Pandanaran 252 Boyolali Kota. (Ahmad Ludiyanto/JIBI/Solopos) Garis polisi di Rumah Makan Seafood Kalimi di Jl Pandanaran 252 Boyolali Kota. (Ahmad Ludiyanto/JIBI/Solopos)
Kamis, 2 November 2017 14:35 WIB Akhmad Ludiyanto/JIBI/Solopos Boyolali Share :

PEMBUNUHAN BOYOLALI
Tersangka Pembunuh Kasir Restoran Mengaku Kenal dengan Korban

Pembunuhan Boyolali, tersangka pembunuh kasir restoran mengaku mengenal korban.

Solopos.com, BOYOLALI — Tersangka kasus pembunuhan kasir warung makan Dapoer Kalimi Jl. Pandanaran, Boyolali, Novan Setya Pradana, 24, mengaku mengenal korban yang bernama Siti Munawarotun, 17, warga Magelang.

Kepada wartawan di Mapolres Boyolali, Kamis (2/11/2017), Novan yang merupakan warga asal Sragen namun tinggal di Winong, Kecamatan Boyolali Kota menyatakan sebelumnya pernah menjadi karyawan di warung yang sama dengan korban, sebelum berubah menjadi Dapoer Kalimi.

“Tadinya mau ambil uang saja buat bayar motor,” kata ayah dua anak itu.

Diberitakan sebelumnya, Siti Munawarotun, ditemukan tak bernyawa, Sabtu (28/10/2017), dengan bekas luka tusukan di leher. (baca: Kasir Restoran di Boyolali Tewas dengan Bekas Luka Tusuk di Leher)

Kapolres Boyolali AKBP Aries Andhi mengatakan pelaku melakukan pembunuhan karena aksi pencurian yang sedang dilakukannya di warung tersebut diketahui korban.

“Saat itu pelaku masuk melalui pintu depan yang tidak terkunci. Lalu, pelaku akan mengambil uang di meja kasir dan diketahui korban yang terbangun mendengar kedatangan pelaku,” ujar Aries, Kamis.

Kapolres melanjutkan si pelaku spontan mengambil pisau dapur dan melukai warga Podosoko, Sawangan, Magelang itu di bagian leher. Saat itu korban masih bisa bangkit dan pelaku menghujamkan lagi pisaunya ke bahu korban. (baca juga: Tersangka Pembunuh Kasir Restoran Boyolali Tertangkap, Ini Pengakuannya)

“Saat itu korban berlari ke luar lalu terjatuh kehabisan darah dan akhirnya meninggal dunia. Sedangkan pelaku kemudian melarikan diri membawa kabur hasil curiannya berupa uang tunai senilai Rp2.488.000 milik warung dan dua buah ponsel milik korban,” ungkap Kapolres.

Oleh pelaku, uang tersebut digunakan untuk membayar kekurangan transaksi sepeda motor sedangkan ponsel digadaikan di sebuah konter di Ampel, Boyolali. “Untuk mengetahui secara lengkap kronologi kasus ini, segara kami gelar rekonstruksi di lokasi,” kata dia.

lowongan pekerjaan
Netra-Group, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Era Tahun 1930-an

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Jumat (27/10/2017). Esai ini karya Nurudin, dosen Ilmu Komunikasi di Universitas Muhammadiyah Malang dan penulis buku Pengantar Komunikasi Massa. Alamat e-mail penulis adalah nurudin@umm.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini saya sedikit risau dengan hiruk pikuk pembicaraan di…