Warga menunggu kereta api melintas di bawah jembatan layang Janti, September 2017 lalu. (Desi Suryanto/JIBI/Harian Jogja) Warga menunggu kereta api melintas di bawah jembatan layang Janti. Foto diambil pada September 2017 . (Desi Suryanto/JIBI/Harian Jogja)
Kamis, 2 November 2017 10:55 WIB Sekar Langit Nariswari/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

Pelintasan KA Janti Ditutup, Warga Minta Penjaga

Penutupan perlintasan palang pintu rel kereta Janti masih memunculkan keluhan

Solopos.com, SLEMAN-Penutupan perlintasan palang pintu rel kereta Janti masih memunculkan keluhan. Pos penjaga perlintasan diharapkan masih terus beroperasi selama penutupan tersebut masih bersifat ujicoba.

Heru Subardi, Kepala Dusun Janti mengatakan ketiadaan penjaga perlintasan sementara disediakan ruang selebar 1,2 meter untuk melintas cenderung membahayakan warga setempat yang masih menggunakan akses jalan itu.

Pasalnya, sebagaian besar yang menggunakan jalan tersebut didominasi oleh lansia, wanita, dan anak-anak. Sebagian lagi menggunakan sepeda yang terpaksa harus digotong karena adanya bantalan beton yang dipasang sebagai pembatas.

“Kalau lagi angkat sepeda yang enggak sempat fokus di kereta lewat, jangan sampai warga jadi korban baru, kasian” ujarnya, Rabu (1/11/2017).

Ia mengatakan sudah menyampaikan permintaan masyarakat agar ada alternatif yang lebih solutif sebelum penutupan diberlakukan. Jika memang ujicoba penutupan sudah dilakukan seperti saat ini, ia berharap pos penjagaan tetap diaktifkan termasuk sirine pemberitahuan akan adanya kereta yang akan melintas.

Selain itu, ia menilai masih banyak pengguna jalan yang mengetahu penutupan tersebut sehingga akhirnya terpaksa menggunakan jalur alternatif melintasi kampung dibandingkan menggunakan fly over Janti.

Kini, tambah Heru, jalan alternatif satu-satunya yang melalui kampung Karangjambe, Bantul dan Jomblang sudah ditutup portal oleh warga. Menurutnya, hal ini dikarenakan warga enggan terganggu ketenangannya ketika malam hari masih banyak kendaraan lalu-lalang.

Lowongan Pekerjaan
FASHION OUTLET, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Era Tahun 1930-an

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Jumat (27/10/2017). Esai ini karya Nurudin, dosen Ilmu Komunikasi di Universitas Muhammadiyah Malang dan penulis buku Pengantar Komunikasi Massa. Alamat e-mail penulis adalah nurudin@umm.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini saya sedikit risau dengan hiruk pikuk pembicaraan di…