Panen raya petani kembang kol di Sumberagung, Jetis, Rabu (1/11/2017).(Herlambang Jati Kusumo/JIBI/Harian Jogja) Panen raya petani kembang kol di Sumberagung, Jetis, Rabu (1/11/2017).(Herlambang Jati Kusumo/JIBI/Harian Jogja)
Kamis, 2 November 2017 09:20 WIB Herlambang Jati Kusumo/JIBI/Harian Jogja Bantul Share :

Panen Raya, Petani Kembang Kol Bantul Untung Besar

Petani kembang kol di Sumberagung, Jetis, Rabu (1/11/2017) mendapat untung besar

 

Solopos.com, BANTUL –– Petani kembang kol di Sumberagung, Jetis, Rabu (1/11/2017) mendapat untung besar saat panen bulan ini.

Menurut petani kembang kol Sulistyo dirinya banyak mendapat keuntungan saat ini. “Lumayan untung besar harga bagus karena memasuki sapar banyak digunakan masyarakat Jawa dalam tradisi-tradisi,” katanya.

Sulistyo mengatakan pertanian kol cukup produktif produktif dalam kurun waktu lima minggu sudah dapat dipanen. Dia juga mengatakan saat ini petani kembang kol masih sangat sedikit.

Dia menyarankan pada para petani untuk tanggap terhadap pasar, karena menurutnya hasil dari pertaniannya cukup baik walaupun notabene kembang kol lebih banyak di dataran tinggi. “Ini ternyata saya menanam kembang kol di luas tanah 1.500m dapat menghasilkan sekitar 1,5 ton kalau dari petani harganya Rp7.000,” katanya.

Dalam metode penanamannya dirinya juga menerapkan sistem tumpang sari. “Ini saya juga menanam dengan tumpang sari. Untuk menutupi biaya produksi juga kembang kol ini, istilahnya untuk bisa membayar para pekerja,” ujarnya.

“Tumpang sari ini juga bisa membuat cabe yang bisa tumbuhnya tinggi jika dibarengkan kembang kol kanan kiri dibawah tidak tumbuh cabang dengan pesat,” kata Sulistyo.

Menurutnya nanti bekas tanaman kol ini setelah cabai produksi untuk menimbun pupuk.

Dalam pertanian ini yang penting menurutnya adalah harus selalu waspada terhadap hama dan harus dapat memanfaatkan pupuk dasar maupun pupuk hama. “Kalau masalah pengairan kembang kol tidak terlalu susah menurut saya,” ujarnya.

Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Bantul Pulung Haryadi memang mengatakan sejauh ini belum ada data khusus untuk pertanian kembang kol. Dirinya mengatakan memang belum ada di kawasan Bantul.

Lowongan Pekerjaan
FASHION OUTLET, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Era Tahun 1930-an

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Jumat (27/10/2017). Esai ini karya Nurudin, dosen Ilmu Komunikasi di Universitas Muhammadiyah Malang dan penulis buku Pengantar Komunikasi Massa. Alamat e-mail penulis adalah nurudin@umm.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini saya sedikit risau dengan hiruk pikuk pembicaraan di…