Suasana saat deklarasi percepatan pariwisata berkelanjutan untuk Jogja dalam helatan International Conference on Sustainable Tourism (ICST), pada Rabu (1/11/2017) malam di Hotel Ambarukmo Jogja. (Abdul Hamid razak/JIBI/Harian Jogja) Suasana saat deklarasi percepatan pariwisata berkelanjutan untuk Jogja dalam helatan International Conference on Sustainable Tourism (ICST), pada Rabu (1/11/2017) malam di Hotel Ambarukmo Jogja. (Abdul Hamid razak/JIBI/Harian Jogja)
Kamis, 2 November 2017 12:40 WIB Abdul Hamid Razak/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

Mau wisata Jogja Mendunia? Kuncinya Harus Bersih dan Sehat

Percepat pariwisata berkelanjutan, deklarasi Jogja dilahirkan.

Solopos.com, SLEMAN— Penerapan pariwisata berkelanjutan memberi manfaat yang besar pada pariwisata Tanah Air. Pariwisita dengan lingkungan sehat dan higienis menjadi kunci penting.

Menteri Pariwisata Arief Yahya saat menutup pelaksanaan Konferensi Internasional Pariwisata Berkelanjutan atau International Conference on Sustainable Tourism (ICST) 2017 mengatakan, penerapan pariwisata berkelanjutan mampu meningkatkan daya saing pariwisata Indonesia di tingkat global. Ia mengaku salah satu faktor yang mengganjal posisi Indonesia untuk naik peringkat di persaingan global, salah satunya adalah health and hygiene (higienis/bersih dan sehat).

Health and hygiene ini sangat bergantung pada penerapan konsep pariwisata berkelanjutan,” katanya di Hotel Ambarukmo Jogja, Rabu (1/11/2017) petang.

Kemenpar sangat mendukung kegiatan tersebut. Sebab, agenda ini juga digagas oleh Kemenpar bersama lembaga internasional¬† United Nations Sustainable Development Solutions Network (UN-SDSN) dan United In Diversity (UID). “Forum ini menjadi wadah bagi semua destinasi untuk berbagi pengalaman dalam penerapan pariwisata berkelanjutan,” kata Dadang Rizki Ratman, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata Kemenpar.

Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, ditutup dan memunculkan berbagai rumusan, seperti lahirnya Deklarasi Jogja untuk pariwisata berkelanjutan. Berikut isi Deklarasi Jogja yang dihasilkan dalam forum tersebut.

DEKLARASI YOGYAKARTA UNTUK PERCEPATAN PARIWISATA BERKELANJUTAN

Menyadari bahwa kegiatan dan pembangunan pariwisata selain telah menghasilkan kemajuan kehidupan umat manusia juga berdampak pada lingkungan, sosial dan budaya. Penggunaan sumber daya berlebihan meningkatkan risiko sosial, budaya dan lingkungan. Masa depan pariwisata sebagai aktifitas universal dan pembangunan pariwisata terancam oleh praktik kegiatan dan pembangunan pariwisata yang tidak berkelanjutan.

Meyakini bahwa upaya untuk mengatasi dan mengendalikan ancaman terhadap masa depan kegiatan dan pembangunan pariwisata, harus dilakukan oleh semua orang di semua tempat.

Sustainable Tourism Development sebagai prinsip dan panduan bertindak untuk mewujudkan Sustainable Development Goals khususnya target nomor delapan (decent work and economic growth), 12 (responsible consumption and production), 14 (life below water) berpotensi menjadi sarana pengendalian kegiatan dan arah pembangunan pariwisata. Di hadapan perkembangan kegiatan dan pembangunan pariwisata saat ini, pencapaian tujuan Sustainable Tourism Development perlu dipastikan melalui penerapan Sustainable Tourism Destination (STD), Sustainable Tourism Observatory (STO) dan Sustainable Tourism Certification (STC).

Upaya tersebut di atas hanya dapat dilakukan apabila pembangunan pariwisata diperlakukan sebagai sistem yang dapat menjamin pemerataan spasial, sektoral, dan struktural untuk mencipatkan harmonisasi. Selain itu, kegiatan pariwisata dapat berfungsi sebagai instrumen membangun persahabatan antar bangsa. Berdasarkan hal tersebut di atas, maka kami menyatakan kepada semua pihak untuk:
1. Menyusun, mengembangkan, dan mensosialisasikan regulasi dan/atau kebijakan untuk mendorong penerapan sustainable
tourism.
2. Mengembangkan dan menerapkan model bisnis pariwisata berkelanjutan
3. Membangun dan mengembangkan jejaring sebagai sarana belajar kolektif percepatan pencapaian tujuan Sustainable Tourism Development.
4. Memaksimalkan penggunaan Information and Communication Technology (ICT) dalam membangun ekosistem pariwisata
5. Mendorong peningkatan kapasitas stakeholders untuk terlibat aktif dalam semua aspek dan tahapan pembangunan pariwisata.
6. Membangun dan mengembangkan sistem apresiasi/penghargaan dan sertifikasi kepada perorangan/lembaga yang menerapkan prinsip Sustainable Tourism Development.
7. Mensosialisasikan deklarasi ini kepada masyarakat luas dan pihak-pihak yang relevan.

Yogyakarta, 1 November 2017
ICST Participants

Lowongan Pekerjaan
FASHION OUTLET, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Era Tahun 1930-an

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Jumat (27/10/2017). Esai ini karya Nurudin, dosen Ilmu Komunikasi di Universitas Muhammadiyah Malang dan penulis buku Pengantar Komunikasi Massa. Alamat e-mail penulis adalah nurudin@umm.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini saya sedikit risau dengan hiruk pikuk pembicaraan di…