Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mencium tangan gurunya semasa duduk di bangku SMP. (Instagram-@hendrarprihadi) Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mencium tangan gurunya semasa duduk di bangku SMP. (Instagram-@hendrarprihadi)
Kamis, 2 November 2017 10:50 WIB R. Wibisono/JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

Mantap! Ini yang Dilakukan Wali Kota Semarang Saat Ketemu Gurunya

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi melakukan suatu tindakan terpuji kala bertemu gurunya.

Solopos.com, SEMARANG – Guru merupakan pahlawan tanpa tanda jasa yang sudah sepatutnya dihormati para muridnya. Tindakan menghormati guru itu ditunjukkan Wali Kota Semarang dengan meminta maaf kepada gurunya atas segala kesalahan yang ia lakukan semasa menjadi anak didik.

Tindakan terpuji tersebut ditunjukkan Hendi—panggilan akrab Hendrar Prihadi—ke khalayak melalui akun Instagramnya, @hendrarprihadi, Selasa (31/10/2017). Dengan mencium tangan seorang wanita renta yang tak lain adalah gurunya, ia mengungkapkan permintaan maafnya. “#MaafkanAkuYangDulu edisi ketemu Bu Darsono,” tulis Hendi.

Tindakan Hendi itu pun dipuji-puji khalayak pengguna Internet (netizen) di media sosial Instagram. Menurut mereka, wali kota Semarang itu telah menunjukkan sikap menghormati dan menghargai gurunya. “Guru tanpa tanda jasa. Jasanya selalu dikenang sepanjang masa,” tulis pengguna akun Instagram @bamsss21.

“Salut dan hormat buat pak Hendi, meski sudah jadi orang nomor satu di Kota Semarang, masih ingat dan hormat dengan para guru yang telah mendidiknya, semoga ini bisa menjadi contoh buat generasi muda khususnya di Kota Semarang,” ungkap pengguna akun Instagram @fitriazufar2123.

“Mantap tanda bakti dan bekti, sukses Pak Hendi,” timpal pengguna akun Instagram @ginungyudianto.

Sementara itu, dengan nada bercanda, sebagian warganet lainnya menduga Hendi merupakan murid badung di masa sekolah. “Pak wali cilikane mbeling kih mesti [Pak wali kota pasti masa kecilnya nakal],” tulis pengguna akun Instagram @wahidunited.

Jaman mbiyen ndablek yak’e… sering nyonto kancane sisan… wkwkwk.. [Zaman dahulu mungkin badung dan suka menyontek],” timpal pengguna akun Instagram @menyontek.

Di samping itu, wali kota Semarang tersebut mengungkapkan wanita renta yang ia cium tangannya itu merupakan gurunya semasa duduk di bangku SMP. “Guru bahasa Indonesia saya sewaktu di SMP N 3 Semarang,” ungkap Hendi. (Ginanjar Saputra/JIBI/Semarangpos.com)

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Lowongan Pekerjaan
FASHION OUTLET, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Era Tahun 1930-an

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Jumat (27/10/2017). Esai ini karya Nurudin, dosen Ilmu Komunikasi di Universitas Muhammadiyah Malang dan penulis buku Pengantar Komunikasi Massa. Alamat e-mail penulis adalah nurudin@umm.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini saya sedikit risau dengan hiruk pikuk pembicaraan di…