Seniman Mural dari Komunitas Mural dan Skateboard, Helly Mursita, sedang menyelesaikan gambar muralnya di dinding luar ruang Wali Kota Jogja, Rabu (1/11/2017). (Ujang Hasanudin/JIBI/Harian Jogja) Seniman Mural dari Komunitas Mural dan Skateboard, Helly Mursita, sedang menyelesaikan gambar muralnya di dinding luar ruang Wali Kota Jogja, Rabu (1/11/2017). (Ujang Hasanudin/JIBI/Harian Jogja)
Kamis, 2 November 2017 07:20 WIB Ujang Hasanudin/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

Komunitas Mural Menggambar Mural di Dinding Balai Kota, Ini Reaksi Haryadi

Wali Kota Jogja, Haryadi Suyuti memfasilitasi para seniman mural untuk menuangkan ide-ide lukisannya di beberapa tembok perkantoran milik Pemerintah Kota Jogja

Solopos.com, JOGJA -Komunitas Mural dan Skateboard Jogja menggambar mural di tembok Balai Kota Jogja

Aksi mural atau menggambar di dinding ini sudah dimulai oleh Komunitas Mural dan Skateboard Jogja, Rabu (1/11/2017) kemarin. Mereka menggambar Tugu Pal Putih, Pagelaran Kraton, Gunung Merapi, dan Pasar Bringharjo di sisi kanan dan kiri pintu masuk ruang Wali Kota. Bahkan Walikota Jogja Haryadi Suyuti ikut menjadi bagian dengan menggoreskan kuas di dinding.

“Balai Kota bukan hanya milik pemerintah tapi milik masyarakat termasuk komunitas mural. Kami berikan ruang bagi komunitas mural sebagai bagian dari menghias kota,” kata Haryadi.

Ia berharap para penghobi mural bisa ikut terlibat bersama komunitas mural.

Gambar mural dengan lebar 352 sentimeter dan tinggi sekitar 470 meter di bagian luar ruang Wali Kota itu dikerjakan 10 seniman mural dan akan selesai dalam waktu sepuluh hari ke depan.

Ketua Komunitas Mural dan Skateboard, Helly Mursito mengatakan sudah lama mengajukan aksi menggambar mural di Balai Kota dan baru disetujui Wali Kota, beberapa waktu lalu. Bahkan untuk bagian depan Balai Kota konsep gambarnya sampai kemrin masih mengalami beberapa kali revisi.

Sementara gambar mural di depan ruang Wali Kota dengan ciri khas Jogja seperti Tugu, Gunung Merapi, Pagelaran Kraton, dan Pasar Bringharjo digambar dengan gaya pop art. Setelah diawali dengan sketsa, kemudian diwarnai dengan cat acrylic, lalu ditambah coating supaya gambar bisa tahan lama.

Proses pengerjaan selama 10 hari ke depan itu menghabiskan anggaran sekitar Rp30 juta. Pihaknya mengambut baik dengan rencana Wali Kota Jogja yang akan memperluas ruang mural. Baginya mural lebih terkonsep dan memiliki nilai estetik ketimbang vandalisme yang cenderung mengotori.

lowongan pekerjaan
Netra-Group, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Era Tahun 1930-an

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Jumat (27/10/2017). Esai ini karya Nurudin, dosen Ilmu Komunikasi di Universitas Muhammadiyah Malang dan penulis buku Pengantar Komunikasi Massa. Alamat e-mail penulis adalah nurudin@umm.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini saya sedikit risau dengan hiruk pikuk pembicaraan di…