Ilustrasi kecelakaan kereta api. (phoenixsum.co.za) Ilustrasi kecelakaan kereta api. (phoenixsum.co.za)
Kamis, 2 November 2017 16:35 WIB Bony Eko Wicaksono/JIBI/Solopos Sukoharjo Share :

KECELAKAAN SUKOHARJO
Warga Makamhaji Tersambar Prameks saat Hendak Berbelanja

Warga Makamhaji, Kartasura, Sukoharjo, meninggal dunia akibat tersambar KA Prameks.

Solopos.com, SUKOHARJO — Suranti, warga Desa Makamhaji, Kecamatan Kartasura, Sukoharjo, meregang nyawa setelah tertabrak Kereta Api (KA) Prambanan Ekspres (Prameks) jurusan Jogja-Solo di perlintasan tanpa palang di wilayah desa tersebut, Kamis (2/11/2017) sekitar pukul 06.30 WIB.

Suranti hendak menyeberangi jalur rel ganda atau double track dengan berjalan kaki dari barat menuju timur. Informasi yang dihimpun Solopos.com, Kamis, Suranti keluar rumah pada pagi hari.

Dia berjalan kaki sendirian hendak membeli kebutuhan pokok di Pasar Jongke, Kota Solo. Suranti menyeberangi jalur rel kereta yang letaknya tak jauh dari underpass Makamhaji.

Saat menyeberangi jalur rel muncul KA Prameks dari arah Jogja-Solo dengan kecepatan cukup tinggi. Masinis KA Prameks telah membunyikan klakson berulang kali agar Suranti segera menjauhi jalur rel kereta.

“Dugaan awal Suranti tak tahu ada kereta yang melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Jogja-Solo. Suranti tetap nekat menyeberangi jalur rel kendati masinis telah membunyikan klakson,” kata Kapolsek Kartasura, AKP Demianus Palulungan, mewakili Kapolres Sukoharjo, AKBP Iwan Saktiadi, kepada Solopos.com, Kamis.

Jarak antara lokomotif kereta dengan Suranti hanya beberapa meter. Lokomotif kereta menyambar tubuh Suranti. Tubuh Suranti terpental hingga 10 meter di sekitar lokasi kejadian.

Suranti meninggal dunia di lokasi kejadian lantaran menderita luka parah di sekujur tubuhnya. “Petugas langsung mengevakuasi mayat korban dan membawa ke RSUD dr. Moewardi, Kota Solo,” papar dia.

Menurut Kapolsek, perlintasan tanpa palang di sepanjang jalur rel ganda Jogja-Solo termasuk lokasi rawan kecelakaan. Para pengguna jalan tak mengindahkan papan peringatan yang dipasang di sekitar perlintasan pintu tanpa palang.

Kecelakaan melibatkan kereta api sebelumnya merenggut nyawa Kepala Unit (Kanit) Dyaksa Satlantas Polres Sukoharjo, Iptu Sumanto, yang tertabrak KA Pasundan jurusan Bandung-Surabaya di perlintasan kereta tanpa palang di Desa Purbayan, Kecamatan Baki, pada akhir Oktober.

“Para pengguna jalan harus ekstra hati-hati saat menyeberangi jalur rel kereta. Pastikan tak ada kereta yang lewat,” tutur dia.

Sementara itu, seorang warga Desa Makamhaji, Kecamatan Kartasura, Nanang, mengatakan Suranti memang kerap berjalan kaki menyeberangi jalur rel ganda kereta saat hendak berbelanja ke pasar tradisional. Di sepanjang jalur rel dari Stasiun Gawok, Sukoharjo-Stasiun Purwosari, Kota Solo, terdapat empat perlintasan kereta tanpa palang yang menjadi lokasi rawan kecelakaan kereta.

Dia meminta instansi terkait mencari solusi agar peristiwa kecelakaan kereta yang merenggut korban jiwa tak kembali terulang. “Anggota perlindungan masyarakat bisa dioptimalkan untuk menjaga perlintasan tanpa palang pada pagi hari-sore hari. Para pengguna jalan tak berani melewati perlintasan tanpa palang pada malam hari lantaran minimnya lampu penerangan,” kata dia.

Lowongan Pekerjaan
CV SINDUNATA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Era Tahun 1930-an

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Jumat (27/10/2017). Esai ini karya Nurudin, dosen Ilmu Komunikasi di Universitas Muhammadiyah Malang dan penulis buku Pengantar Komunikasi Massa. Alamat e-mail penulis adalah nurudin@umm.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini saya sedikit risau dengan hiruk pikuk pembicaraan di…