Jasad Besta Andika, korban tewas kecelakaan di Jl. Perintis Kemerdekaan, Pudak Payung, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, Jateng, Kamis (2/11/2017) sekitar pukul 14.00 WIB. (Facebook.com-Wahyu Al Syam?) Jasad Besta Andika, korban tewas kecelakaan di Jl. Perintis Kemerdekaan, Pudak Payung, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, Jateng, Kamis (2/11/2017) sekitar pukul 14.00 WIB. (Facebook.com-Wahyu Al Syam?)
Kamis, 2 November 2017 18:50 WIB R. Wibisono/JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

KECELAKAAN SEMARANG
Tabrak Bak Mobil di Pudak Payung, Mahasiswa Undip Tewas

Kecelakaan lalu lintas di Pudak Payung, Kota Semarang menewaskan seorang mahasiswa Undip

Solopos.com, SEMARANG – Besta Andika, 23, warga Perumda Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah (Jateng) tewas setelah menabrak bak mobil pikap di Jl. Perintis Kemerdekaan, Pudak Payung, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, Kamis (2/11/2017) sekitar pukul 14.00 WIB. Korban tabrakan maut di kawasan rawan kecelakaan lalu lintas di Kota Semarang itu merupakan mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FIK) Universitas Diponegoro (Undip).

Salah seorang saksi mata yang menggunakan akun Facebook Arif Setiawan, melalui grup Facebook Media Informasi Kota Semarang (MIK Semar), menjelaskan kecelakaan maut itu bermula saat Besta yang mengendarai sepeda motor berpelat nomor H 2126 NR dengan memboncengkan Satya, 11, melaju dari arah Kota Semarang menuju Ungaran dengan kecepatan yang cukup tinggi.

Setiba di lokasi kecelakaan, ada mobil pikap berpelat nomor H 1836 MZ yang dikemudikan Munir, 23, memutar arah di depan sepeda motor yang dikendarai Besta. “Itu di depan perusahaanku, kendaraan [sepeda motor] dari arah bawah kencang, terus ada mobil bak terbuka belok kanan brak kecelakaan,” ungkap pengguna akun Facebook Arif Setiawan.

Akibat tabrakan itu, Besta tewas seketika lantaran mengalami luka yang cukup parah pada bagian perut. Sementara itu, Satya yang diboncengkan Besta mengalami luka.

Salah seorang anggota Polsek Banyumanik yang enggan menyebutkan namanya memastikan Besta tewas seketika di lokasi kecelakaan. “Iya, korban langsung meninggal dunia. Semua sudah diurusi sama [Unit] Lakalantas Polrestabes,” ujarnya saat dihubungi Semarangpos.com melalui sambungan telepon.

Jasad Besta, kobran tewas dalam kecelakaan lalu lintas tersebut, kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr. Kariadi Kota Semarang. Sementara itu, polisi sudah mengevakuasi sepeda motor dan mobil pikap yang terlibat tabrakan maut tersebut. Munir sebagai pengemudi mobil pikap sudah diamankan petugas dari Unit Lakalantas Polrestabes Semarang untuk dimintai keterangan. (Ginanjar Saputra/JIBI/Semarangpos.com)

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
Netra-Group, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Era Tahun 1930-an

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Jumat (27/10/2017). Esai ini karya Nurudin, dosen Ilmu Komunikasi di Universitas Muhammadiyah Malang dan penulis buku Pengantar Komunikasi Massa. Alamat e-mail penulis adalah nurudin@umm.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini saya sedikit risau dengan hiruk pikuk pembicaraan di…