Petugas kepolisian Bantul merazia sejumlah kendaraan bermotor pada Rabu (1/11/2017) dalam Operasi Zebra Progo 2017. (Istimewa/Humas Polres Bantul) Petugas kepolisian Bantul merazia sejumlah kendaraan bermotor pada Rabu (1/11/2017) dalam Operasi Zebra Progo 2017. (Istimewa/Humas Polres Bantul)
Kamis, 2 November 2017 13:40 WIB Bhekti Suryani/JIBI/Harian Jogja Bantul Share :

Hari Pertama Razia, Polisi Bantul Jaring 100 Pelanggar Lalin

Polres Bantul gelar Operasi Zebra Progo 2017.

Solopos.com, BANTUL– Hari pertama Operasi Zebra Progo 2017, Satlantas Polres Bantul menggelar razia kendaraan di Jalan Raya Srandakan, tepatnya di Dusun Bajang, Wijirejo Pandak. Dalam razia tersebut, petugas menilang ratusan pelanggar lalu lintas (lalin).

Operasi Zebra diselenggarakan mulai 1-14 November 2017. “Di hari pertama operasi, sebanyak 100 pelanggar lalu lintas kena tilang,” jelas Kasat Lantas Polres Bantul, AKP Imam Bukhori seperti dilansir dari tribratanews.bantul.com, Kamis (2/11/2017).

Ditambahkannya, para pelanggar didominasi oleh pengendara sepeda motor yang tidak memiliki surat izin mengemudi (SIM). “Operasi Zebra Progo 2017 ini dimulai hari ini [Rabu, 1/10/2017]. Untuk itu, kami berharap kepada para pengendara untuk tertib dan melengkapi surat-surat berkendara saat berkendara,” kata dia.

Disinggung perihal banyaknya pelanggar yang kena tilang dihari pertama Operasi Zebra Progo 2017, Kasat Lantas mengatakan, bahwa ini menandakan para pengguna jalan masih tidak peduli terhadap keselamatan berkendara.

Padahal, katanya, yang bisa menyelamatkan pengendara dari kecelakaan adalah pengendara sendiri. Polisi hanya bertugas untuk mengatur lalu lintas dan mengimbau kepada para pengguna jalan supaya tertib.

“Kami imbau kepada pengendara, patuhi peraturan lalu lintas, lengkapi surat kendaraan, jangan memodifikasi kendaraan, serta pakai helm SNI,” ucapnya.

Lowongan Pekerjaan
FASHION OUTLET, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Era Tahun 1930-an

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Jumat (27/10/2017). Esai ini karya Nurudin, dosen Ilmu Komunikasi di Universitas Muhammadiyah Malang dan penulis buku Pengantar Komunikasi Massa. Alamat e-mail penulis adalah nurudin@umm.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini saya sedikit risau dengan hiruk pikuk pembicaraan di…