Gigi Hadid (Elleuk.com) Gigi Hadid (Elleuk.com)
Kamis, 2 November 2017 17:10 WIB JIBI/Solopos/Antara Issue Share :

Gigi Hadid Tak Terima Jurnalis AS Sudutkan Muslim

Gigi Hadid meluapkan emosinya saat mengetahui muslim disudutkan oleh jurnalis AS.

Solopos.com, SOLO – Model Gigi Hadid meluapkan amarahnya saat seorang jurnalis menghubungkannya dengan penyerangan di New York. Ia langsung angkat bicara saat jurnalis tersebut menyatakan posisinya melalui Twitter, Kamis (2/11/2017).

“Laura, aku tidak suka memberimu perhatian, tapi aku harus bilang ini- Kamu sangat t***l,” tulis Gigi di cuitannya seperti dilansir Okezone.

Balasan Gigi Hadid ke jurnalis AS (Twitter)

Balasan Gigi Hadid ke jurnalis AS (Twitter)

Jurnalis bernama Laura Loomer menghujat warga Muslim yang berjalan-jalan mengenakan hijab di jalanan tempat teror New York terjadi.

Laura menyatakan warga Muslim setempat “tidak pantas berlenggang” di tempat tersebut dengan mengenakan atribut yang dianggapnya jadi sumber teror.

“Kamu pikir mereka akan tahu diri tidak berjalan-jalan dengan hijab di perempatan tempat penyerangan. Tapi ternyata tidak. Kurasa mereka malah suka seperti ini,” tulis Laura.

Teror di Lower Manhattan, New York terjadi pada Selasa 31 Oktober 2017. Sebuah truk sewaan yang dikendarai Sayfullo Saipov menabrak pejalan kaki dan pesepeda yang ada di tempat itu, membunuh setidaknya delapan orang dan 12 orang terluka.

Pria 29 tahun asal Uzbekistan itu ditembak polisi di bagian perut setelah melakukan teror, namun tengah dalam pemulihan. Kejadian itu juga dikait-kaitkan dengan kelompok teroris Timur Tengah ISIS yang diklaim jadi sumber motivasi Saipov untuk melakukan hal tersebut.

Gigi dan adiknya, Bella Hadid mengumumkan mereka bangga sebagai Muslim. Agama Islam dibawa oleh ayah mereka, Mohammed Hadid yang merupakan pengungsi dari Palestina, dan diakui oleh ibu mereka, Yolanda Hadid.

lowongan pekerjaan
PT. Astra International Tbk-isuzu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…