Nurudin Nurudin
Kamis, 2 November 2017 07:00 WIB Kolom Share :

GAGASAN
Masyarakat Era Tahun 1930-an

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Jumat (27/10/2017). Esai ini karya Nurudin, dosen Ilmu Komunikasi di Universitas Muhammadiyah Malang dan penulis buku Pengantar Komunikasi Massa. Alamat e-mail penulis adalah nurudin@umm.ac.id.

Solopos.com, SOLO–Belakangan ini saya sedikit risau dengan hiruk pikuk pembicaraan di masyarakat. Betapa masyarakat kita sangat riuh dengan hal yang sifatnya remeh dan tak subtansial berkaitan dengan isu di sekitar kita.

Lihat saja isu soal pribumi, sebelumnya ada ndesa yang jadi istilah populer, PKI, bani serbet, bumi datar, dan istilah-istilah lain yang cenderung sarkastis. Saya membuka buku karangan saya berjudul Pengantar Komunikasi Massa.

Saat membaca teori komunikasi massa, saya sempatkan membaca bagian yang membahas teori peluru (bullet theory) atau juga dikenal dengan teori jarum hipodermis (hypodermic needle theory). Setelah itu saya simpulkan keadaan masyarakat sekarang sama persis dengan yang terjadi pada 190-an sampai 1940-an saat perang dunia berkecamuk.

Teori di atas mengungkapkan bahwa kondisi masyarakat pada waktu itu sangat tidak terdidik. Media massa (cetak dan elektronik) mempunyai kekuatan penuh dalam menyebarkan pesan-pesan. Pesan media massa itu langsung menghujam ke dalam benak masyarakat disebabkan dua asumsi.

Pertama, masyarakat tidak terdidik. Kedua, masyarakat tidak berkomunikasi dengan sesamanya. Akibat dua hal di atas, pesan media massa dianggap sebagai berita hebat, lalu masyarakat menelan mentah-mentah.

Kondisi yang terjadi pada media massa dan masyarakat yang mudah menelan mentah-mentah informasi itu lalu digunakan untuk kepentingan penguasa. Adolf Hitler, pemimpin Partai Nazi Jerman, menggunakannya untuk kegiatan propaganda dalam usaha memenangi perang.

Selanjutnya adalah: Salah satu propaganda yang dikemukakan

Lowongan Pekerjaan
FASHION OUTLET, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Era Tahun 1930-an

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Jumat (27/10/2017). Esai ini karya Nurudin, dosen Ilmu Komunikasi di Universitas Muhammadiyah Malang dan penulis buku Pengantar Komunikasi Massa. Alamat e-mail penulis adalah nurudin@umm.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini saya sedikit risau dengan hiruk pikuk pembicaraan di…