Umat Hindu sembahyang di reruntuhan Candi Ngempon, Bergas, Kabupaten Semarang, Jateng pada Hari Galungan, Rabu (1/11/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Aditya Pradana Putra) Umat Hindu sembahyang di reruntuhan Candi Ngempon, Bergas, Kabupaten Semarang, Jateng pada Hari Galungan, Rabu (1/11/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Aditya Pradana Putra)
Kamis, 2 November 2017 02:50 WIB JIBI/Solopos/Antara/Aditya Pradana Putra Feature Share :

Foto Galungan 2017 di Reruntuhan Candi

Galungan 2017, umat Hindu sembahyang di reruntuhan.

Sejumlah umat Hindu sembahyang di situs cagar budaya Candi Ngempon, Bergas, Kabupaten Semarang, Jateng pada Hari Galungan, Rabu (1/11/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Aditya Pradana Putra)

Sejumlah umat Hindu sembahyang di situs cagar budaya Candi Ngempon, Bergas, Kabupaten Semarang, Jateng pada Hari Galungan, Rabu (1/11/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Aditya Pradana Putra)

Sejumlah umat Hindu melakukan sembahyang di situs cagar budaya Candi Ngempon, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah pada Hari Galungan, Rabu (1/11/2017). Umat Hindu setempat melakukan upacara Hari Galungan di lokasi itu sebagai perayaan hari kemenangan kebenaran (darma) atas kejahatan (adarma) sekaligus untuk menyucikan candi peninggalan Kerajaan Mataram Kuno pada abad IX serta penghormatan kepada nenek moyang mereka.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
SUMBER BARU REJEKI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…