Komediaan asal Solo mementaskan komedi berjudul Pengabdi Petan di Teater Arena, Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT), Solo, Rabu (1/11/2017) malam. (Nicolous Irawan/JIBI/Solopos) Komediaan asal Solo mementaskan komedi berjudul Pengabdi Petan di Teater Arena, Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT), Solo, Rabu (1/11/2017) malam. (Nicolous Irawan/JIBI/Solopos)
Kamis, 2 November 2017 20:51 WIB Ika Yuniati/JIBI/Solopos Issue Share :

Bukan Seram, Pentas Pengabdi Petan Malah Bikin Ngakak

Pentas musik humor Pegabdi Petan sukses membuat para penonton sakit perut karena tertawa.

Solopos.com, SOLO--Teror hantu ibu di keluarga Pak She Doel membuat resah. Bukannya membawa kabar bahagia, kepulangan sang istri Nana Monica dari luar negeri malah menimbulkan susana mencekam di dalam rumah. Dengan rambut ikal digerai, Nana yang sehari-hari mengenakan dress panjang warna putih sering menghilang.

“Ibu janjane ke mana ta Pih? tak cari di sampai ke langit-langit kok ya enggak ketemu. Bingung aku mencari ibu,” tanya Toni yang diperankan Eko ‘Ariel’ Owah kepada Doel ayahnya.

“Hla aku ya ora ngerti. Kok mbok goleki nang langit-langit ta? Apa Simbokmu kuwi sejenis laba-laba sing isa menclok-menclok? [Aku juga enggak ngerti. Hla, kok kamu cari di langit-langit? Memangnya ibu kamu laba-laba yang bisa menempel di langit-langit],” kata Doel yang langsung disambut riuh tawa penonton.

“Aku ya heran sama Simbokmu. Setelah dari luar negeri kok sering menghilang. Kemarin di kamar mandi sampai tak tunggui, tiga hari enggak keluar-keluar. Hlah sik dikeluarin dari perut ki apa kok lama sekali,” tambah Doel lagi dengan Bahasa Jawa. Mamank Tse yang menjadi Nenek tak kalah hebohnya. Berkolaborasi dengan Widi Kocrit, ia berulang kali membuat penonton terpingkal-pingkal.

Bukannya kalem, ia malah banyak tingkah. Mulai berlagak seperti penari barongsai, berlagak mati, sampai menjadikan kursi rodanya seperti alat nge-Dj. Memakai bahasa campuran, pentas kolaborasi para komedian senior tersebut tak lupa memasukkan beberapa guyonan slang Solo. “Mungkin ini sik orang-orang bilang Mbahmu kiper ki,” kata Mamank meletakkan kayu seperti gawang di atas meja.

Narasi Horor

Polah tingkah para pemain membuat narasi horor yang disampaikan saat pembuka parodi berjudul Pengabdi Petan ini tak mempan.

Bukannya ketakutan, penonton malah tertawa lepas sepanjang acara di Teater Arena Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT), Rabu (1/11/2017) malam. Antusiasme menyaksikan pentas humor oleh para komedian ternama Solo ini bahkan melebihi ekspektasi. Ruang pertunjukan berkapasitas 400 orang harus menampung lebih dari itu hingga berdesak-desakan.

Rasa penasaran mereka seolah terbayar penampilan Doel cs yang sukses mengocok perut. Pentas berbayar yang terinspirasi dari keberhasilan film Pengabdi Setan ini berhasil menyamai kesuksesan banyolan sebelum-sebelumnya seperti Mamah Ati, Sang Kemlinthi, dan Idola Cilik Menthik. Di pengujung pentas diceritakan Ibunya sering menghilang karena main ke rumah tetangga yang mau mencari kutu-kutu di rambutnya.

Dalam Bahasa Jawa disebut petan. Owah Gerr Band ikut ambil bagian sebagai pengiring pentas. Para pemain beberapa kali menyanyikan lagu hits seperti Bojo Galak, Akad, dan Despacito. Sebelumnya acara yang diselenggarakan Mongol Communication ini dibuka Lare Jawi dan Band Fisip Meraung.

“Mereka kalau bikin acara memang selalu bikin ngakak. Sepanjang pentas tadi enggak bisa diam soalnya lucu banget. Enggak nyesel dibelain pulang kantor langsung ke sini,” kata salah satu penonton Lidya Candra.

 

Lowongan Pekerjaan
CV SINDUNATA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Era Tahun 1930-an

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Jumat (27/10/2017). Esai ini karya Nurudin, dosen Ilmu Komunikasi di Universitas Muhammadiyah Malang dan penulis buku Pengantar Komunikasi Massa. Alamat e-mail penulis adalah nurudin@umm.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini saya sedikit risau dengan hiruk pikuk pembicaraan di…