Aung San Suu Kyi tiba di Sittwe, Rakhine, Myanmar, Kamis (2/11/2017). (Istimewa/BBC) Aung San Suu Kyi tiba di Sittwe, Rakhine, Myanmar, Kamis (2/11/2017). (Istimewa/BBC)
Kamis, 2 November 2017 15:30 WIB Chelin Indra Sushmita/JIBI/Solopos.com Tak Berkategori Share :

Akhirnya, Aung San Suu Kyi Kunjungi Lokasi Konflik di Rakhine

Akhirnya Aung San Suu Kyi mengunjungi lokasi konflik di Rakhine, Myanmar.

Solopos.com, SOLO – Setelah sekian lama menuai kecaman masyarakat dunia, akhirnya Penasihat Negara Myanmar, Aung San Suu Kyi, mengunjungi negara bagian Rakhine yang tengah dilanda konflik. Krisis berkepanjangan yang terjadi di Rakhine membuat etnis Rohingya melarikan diri ke negara tetangga mereka, Bangladesh.

Puncak krisis di Rakhine terjadi pada Agustus 2017 silam. Akibatnya, ratusan ribu etnis Rohingya yang tinggal di Rakhine terpaksa kabur menyelamatkan diri dari serangan tentara Myanmar. Krisis kemanusiaan ini terus menjadi perhatian warga dunia. Mereka mendesak Aung San Suu Kyi menyelesaikan krisis itu. Sayangnya, selama ini dia hanya bergeming.

Setelah sekian lama diam, akhirnya Aung San Suu Kyi mendatangi wilayah yang dilanda konflik itu. Dia diketahui mengunjungi Kota Sittwe, Rakhine, Myanmar, Kamis (2/11/2017), pagi. Dia kabarnya bakal meninjau dua wilayah, Maungdaw dan Buthiduang.

“Aung San Suu Kyi bakal melakukan kunjungan di Rakhine selama sehari penuh,” ujar juru bicara pemerintah Myanmar, Zaw Htay, seperti dilansir BBC.

Dalam kunjungan kali ini, Aung San Suu Kyi didampingi 20 orang. Dia dan rombongan naik helikopter militer untuk melihat kondisi di Rakhine. Sayangnya, tidak ada keterangan lebih lanjut terkait kunjungan pertamanya ke Rahine setelah konflik itu.

Menurut kabar yang beredat, Aung San Suu Kyi telah menyusun rencana untuk mengakhiri konflik di Rakhine. Dia akan mengajak pemerintah bekerja sama membangun Rakhine menjadi kawasan yang lebih maju. Kabar ini mencuat seusai PBB mendesak Myanmar memulangkan pengungsi Rohingya yang bertahan di Bangladesh.

Sayangnya, sampai saat ini rencana itu belum terealisasi. Pemerintah Myanmar menuding pihak Bangladesh sengaja mengulur waktu guna menunggu uang bantuan dari sejumlah lembaga sosial cair.  Padahal, Zaw Htay mengatakan, pihaknya telah siap menerima kembali warga Rohingya. Saat ini, dia tengah menunggu daftar pengungsi Rohingya dari pihak Bangladesh.

Sementara itu, pihak Bangladesh menyangkal tudingan Myanmar. Mereka mengatakan proses pemulangan pengungsi Rohingya mandek lantaran Myanmar menolak kesepakatan soal perbatasan negara yang telah dirundingkan.

 

Lowongan Pekerjaan
CV SINDUNATA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Era Tahun 1930-an

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Jumat (27/10/2017). Esai ini karya Nurudin, dosen Ilmu Komunikasi di Universitas Muhammadiyah Malang dan penulis buku Pengantar Komunikasi Massa. Alamat e-mail penulis adalah nurudin@umm.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini saya sedikit risau dengan hiruk pikuk pembicaraan di…