Ilustrasi (JIBI/Dok)
Kamis, 2 November 2017 15:40 WIB Bernadheta Dian Saraswati/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

Agen Bulog Penjual Sembako Murah Makin Banyak

Bulog targetkan ada 1.200 RPK.

Solopos.com, JOGJA— Upaya menstabilkan harga pangan sudah dilakukan pemerintah melalui berbagai cara, salah satunya melalui Rumah Pangan Kita (RPK). Agen penjualan bahan pangan milik Badan Urusan Logistik (Bulog) ini akan diperbanyak sampai akhir tahun.

“Target [jumlah] RPK sampai akhir tahun 1.200-an dan sekarang sudah tercapai 700-an,” kata Kepala Perum Bulog Divre DIY, Miftahul Ulum,Kamis (2/11/2017).

RPK merupakan agen penjualan bahan pangan dari Bulog yang dilakukan oleh kalangan rumah tangga. Sejak dibentuk 2016, minat masyarakat untuk menjadi agen RPK semakin tinggi. Melalui agen ini, Bulog mendistribusikan beras, gula pasir, dan minyak goreng.  Namun sekarang beberapa komoditas sudah mulai dikembangkan, seperti tepung terigu, bawang merah, dan juga cabai rawit.

Bulog menetapkan harga eceran tertinggi (HET) untuk masing-masing komoditas. Agen harus menjual sesuai aturan HET tersebut, seperti gula pasir harus dijual Rp12.500 per kilogram (kg), untuk menstabilkan harga. Saat harga gula pasir pernah melambung sampai Rp16.000 di pasaran, RPK tetap menjual dengan harga Rp12.500 per kg.

Koreksi harga gula pasir dipengaruhi oleh implementasi Peraturan Menteri Perdagangan No.27/2017, dimana harga acuan gula tani (HPP) dipatok Rp9.100 per kg dan HET gula di tingkat konsumen adalah Rp12.500 per kg. Dengan acuan harga gula pasir yang kemudian diterapkan di RPK tersebut, Mifta meyakini RPK mampu menstabilkan harga pangan. Dengan target 1.200 RPK sampai akhir tahun, ia ingin agar masing-masing RW ada RPK yang bisa menjadi pusat belanja bahan pangan. “Tujuan memang agar ibu rumah tangga mau belanja pangan khususnya beras gula dan lain-lain tidak lagi ke pasar cukup di sekitar rumah masing-masing,” tuturnya.

Lowongan Pekerjaan
CV SINDUNATA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Era Tahun 1930-an

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Jumat (27/10/2017). Esai ini karya Nurudin, dosen Ilmu Komunikasi di Universitas Muhammadiyah Malang dan penulis buku Pengantar Komunikasi Massa. Alamat e-mail penulis adalah nurudin@umm.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini saya sedikit risau dengan hiruk pikuk pembicaraan di…