Jembatan Mojo akan ditutup selama 10 hari dan lalu lintas dialihkan ke Palur atau Grogol. (Whisnu Paksa/JIBI/Solopos) Jembatan Mojo akan ditutup selama 10 hari dan lalu lintas dialihkan ke Palur atau Grogol. (Whisnu Paksa/JIBI/Solopos)
Kamis, 2 November 2017 20:35 WIB Hijriyah Al Wakhidah/JIBI/Solopos Solo Share :

Ada Kabar Penutupan Jembatan Mojo Diperpanjang, Ini Tanggapan Dinas PUPR Solo

Dinas PUPR Solo segera mengevaluasi pekerjaan perbaikan Jembatan Mojo.

Solopos.com, SOLO — Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Solo segera mengevaluasi proyek perbaikan Jembatan Mojo di Semanggi, Pasar Kliwon, Solo. Hasil evaluasi akan menentukan apakah jembatan itu bisa dibuka kembali sesuai jadwal, Senin (6/11/2017).

Sesuai rencana, Jembatan Mojo ditutup hanya selama 10 hari terhitung sejak Jumat (27/10/2017) hingga Minggu (5/11/2017). Namun, kabar beredar di kalangan warga sekitar Jembatan Mojo bahwa penutupan Jembatan Mojo akan diperpanjang hingga Kamis (9/11/2017). (Baca: Berkah Penutupan Jembatan Mojo bagi Warga Semanggi)

Dinas PUPR belum memutuskan apakah penutupan Jembatan Mojo akan diperpanjang atau tidak karena harus berkoordinasi dan mengevaluasi pelaksanaan proyek. “Masih on schedule,” kata Kepala Dinas PUPR Solo, Endah Sitaresmi Suryandari, dalam pesan singkatnya kepada Solopos.com, Kamis (2/11/2017).

Sekretaris Dinas PUPR Solo, Harjanta, menjelaskan hingga Kamis belum ada perubahan jadwal penutupan Jembatan Mojo. “Masih sesuai rencana, nanti kami evaluasi dulu, setidaknya sebelum hari Minggu sudah ada evaluasi,” kata Harjanta kepada Solopos.com, Kamis.

Dinas PUPR juga mengklaim belum menerima permintaan dari kontraktor pelaksana proyek agar penutupan Jembatan Mojo diperpanjang. Namun, terkait pekerjaan berupa perbaikan pelat lantai jembatan dan penguatan baut jembatan, Dinas PUPR menerima informasi kontraktor tidak berani bekerja lembur sampai malam.

“Ya memang begitu tapi mau tidak mau pekerjaan itu harus selesai, harapan kami sih tetap, penutupan jembatan hanya sepuluh hari. Ya, coba nanti kami komunikasikan lagi,” tutur dia.

Kabar perpanjangan penutupan Jembatan Mojo hingga Kamis pekan depan didapat warga dari para pekerja di lokasi proyek. Kabar ini menjadi peluang bagi warga yang selama ini ngalap berkah dari penutupan jembatan tersebut.

Ujung timur Jl. Kyai Mojo kini menjadi area parkir kendaraan roda dua dan tempat penitipan sepeda motor. Warga RT 007/RW 005 Kelurahan Semanggi bahkan rela tidur di pinggir Jl. Kyai Mojo untuk menjaga sepeda motor yang diinapkan.

“Yang parkir di sini itu warga Solo yang kerja di Laban, Mojolaban. Titip motor di sini nanti jalan kaki menyeberang jembatan. Kalau yang motornya menginap di sini, biasanya warga Laban yang kerja di Solo,” papar warga setempat, Arga, 23.

Rabu malam misalnya, sedikitnya 12 sepeda motor bermalam di tempatnya. Sedangkan dalam sehari, dia melayani penitipan atau parkir mencapai 20-an kendaraan roda dua. “Kalau hanya parkir pagi sampai siang tarifnya Rp2.000, kalau bermalam Rp5.000,” tutur warga lainnya, Yanuar, 27.

Pantauan Solopos.com, hingga Kamis masih ada saja pengguna jalan yang kecele padahal kontraktor sudah memasang papan pengumuman penutupan jembatan, bukan lagi dipojok persimpangan melainkan di tengah-tengah Jl. Kyai Mojo. Akibatnya mereka harus berbalik arah mengambil jalan lain.

Lowongan Pekerjaan
FASHION OUTLET, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Era Tahun 1930-an

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Jumat (27/10/2017). Esai ini karya Nurudin, dosen Ilmu Komunikasi di Universitas Muhammadiyah Malang dan penulis buku Pengantar Komunikasi Massa. Alamat e-mail penulis adalah nurudin@umm.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini saya sedikit risau dengan hiruk pikuk pembicaraan di…