Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia Vincent Guerend (kiri) saat meninjau stan pameran perguruan tinggi Eropa, Rabu (1/11/2017). (Sunartono/JIBI/Harian Jogja) Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia Vincent Guerend (kiri) saat meninjau stan pameran perguruan tinggi Eropa, Rabu (1/11/2017). (Sunartono/JIBI/Harian Jogja)
Rabu, 1 November 2017 20:40 WIB Sunartono/JIBI/Harian Jogja Bantul Share :

Tren Sekolah ke Eropa Makin Hits

Akhir 2016, tercatat 6.300 orang Indonesia belajar ke Eropa

Solopos.com, BANTUL— Minat para pelajar, mahasiswa dan dosen Indonesia untuk belajar ke Eropa meningkat tajam selama beberapa tahun terakhir. Sebanyak 6.300 orang menempuh pendidikan di Eropa pada akhir 2016.

Eropa memberikan peluang lebar bagi mahasiswa Indonesia untuk kuliah secara gratis melalui program beasiswa. Informasi itu melalui pameran pendidikan tinggi Eropa dengan tajuk European Higher Education Fair (EHEF) di Gedung JEC, Rabu (1/11/2017).

Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia Vincent Guerend mengakui, Benua Eropa menjadi tujuan favorit Indonesia untuk melanjutkan pendidikan tinggi. Pelajar dan mahasiswa Indonesia yang berangkat ke Eropa pada akhir 2016 saja tercatat 6.300 orang. Jumlah itu meningkat tiga kali lipatnya dari tahun 2011.

Sedangkan secara keseluruhan saat ini ada 11.000 pelajar dan ilmuwan Indonesia yang menempuh pendidikan di Eropa. Setiap tahun ada 1.600 beasiswa diberikan kepada mahasiswa, pelajar dan dosen Indonesia untuk menempuh pendidikan di Eropa melalui program Erasmus+. “Jumlah itu belum termasuk beasiswa yang diberikan oleh pemerintah Indonesia, minat pelajar Indonesia ke Eropa ini sangat tinggi,” terangnya di sela-sela pembukaan pameran EHEF 2017 di JEC, Rabu (1/11/2017).

Guerend menambahkan, negara yang paling favorit sebagai lokasi menempuh pendidikan di Eropa antara lain, Jerman, Belanda dan Perancis. Banyaknya mahasiswa Indonesia ke Eropa, kata dia, disebabkan karena kualitas pendidikan dapat diandalkan namun biayanya terjangkau. Selain itu, mereka yang belajar di salah satu negara di Eropa punya kelebihan dapat mengunjungi negara lain yang ada di sekitarnya. “Biaya hidup di sana antara 600 Euro hingga 1.000 Euro per bulannya, tergantung masing-masing negara,” ujarnya.

Ia mengatakan, dengan dilaksanakan pameran tersebut, pihaknya ingin memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi masyarakat Jogja dan sekitarnya untuk dapat mengakses informasi tentang perguruan tinggi di Eropa. Oleh karena minat yang tinggi, sehingga penyebarluasan informasi terus ditingkatkan. “Dengan mendapatkan gelar dari UE, pelajar dapat memperoleh kualifikasi akademis yang diakui secara internasional. Serta mendapatkan pengetahuan dan ketrampilan dalam menghadapi tantangan global,” ungkap Guerend.

Project Officer Education EHEF 2017 Destriani Nugroho menambahkan, dalam pameran yang digelar sehari itu diikuti 87 perguruan tinggi dari 11 negara di Eropa. Selain peluang untuk mendapatkan beasiswa, dalam kesempatan itu juga disajikan informasi bagi mahasiswa yang ingin kuliah dengan biaya mandiri. “Pengunjung dapat berinteraksi langsung dengan perwakilan universitas di Eropa, seperti konsultasi pembiayaan sendiri sampai beasiswa,” ungkap dia.

Lowongan Pekerjaan
CV SINDUNATA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO¬†— Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…