Polisi terpaksa mengalihkan arus lalu lintas akibat unjuk rasa Forum Taksi Jawa Tengah di Jl. Pahlawan, Kota Semarang, Jateng, Kamis (7/9/2017). (JIBI/Solopos/Antara/R. Rekotomo) Polisi terpaksa mengalihkan arus lalu lintas akibat unjuk rasa Forum Taksi Jawa Tengah di Jl. Pahlawan, Kota Semarang, Jateng, Kamis (7/9/2017). (JIBI/Solopos/Antara/R. Rekotomo)
Rabu, 1 November 2017 16:35 WIB Irawan Sapto Adhi/JIBI/Solopos Solo Share :

TRANSPORTASI SOLO
Pengemudi Taksi Lokal Tak Jadi Demo, Ini Alasannya

Para pengemudi  taksi lokal di Soloraya batal menggelar aksi demo hari ini.

Solopos.com, SOLO — Pengemudi taksi lokal Soloraya yang tergabung dalam Barisan Anti Angkutan Ilegal (Bantai) Soloraya batal menggelar demo pada Rabu (1/11/2017) pagi. Mereka juga batal mogok beroperasi.

Pantauan Solopos.com, Rabu pagi, tak tampak satu pun mobil taksi terparkir di kompleks Stadion Manahan yang direncanakan menjadi lokasi kumpul massa aksi sebelum beriringan menuju Balai Kota Solo. Saat dimintai konfirmasi Solopos.com melalui sambungan telepon, Ketua Bantai Soloraya, Pramono, membenarkan pengemudi taksi lokal Soloraya batal menggelar demo pada Rabu ini.

Dia menjelaskan alasan Bantai Soloraya batal melaksanakan demo karena menyesuaikan jadwal demo para pengemudi taksi se-Jawa Tengah (Jateng) di Semarang. “Kami mengikuti Jateng. Demo di Jateng batal. Infonya syarat izin ke Polda belum lengkap. Kalau di Solo, saya mengikuti saja,” kata Pramono, Rabu siang. (Baca: Begini Skenario Aksi Demo Taksi dari Manahan sampai Balai Kota)

Pramono belum bisa memastikan apakah demo bakal digelar pada hari lain atau tidak. Dia menyebut Bantai Soloraya menunggu kebijakan lebih lanjut dari pengurus forum komunikasi angkutan umum se-Jateng yang mengawal isu taksi online di Jateng.

Pramono mengatakan bisa saja pengemudi taksi lokal di Soloraya yang tergabung dalam Bantai Soloraya batal menggelar demo di Solo jika ternyata pemerintah mengabulkan permintaan mereka setelah menerima masukan atau aspirasi dari perwakilan pengurus forum komunikasi angkutan umum se-Jateng.

“Nanti lihat saja seperti apa. Sekarang saya belum bisa berkomentar atau memutuskan tetap akan ada demo atau tidak. Kami tunggu informasi dari teman-teman forum komunikasi yang berjuang di Semarang. Mudah-mudahan ada hasil yang terbaik,” terang Pramono sebelum menutup sambungan telepon.

Saat dimintai informasi, General Manajer (GM) PT Sekar Gelora Taksi, Taka Ditya, membenarkan demo di Semarang pada Rabu ini batal. Forum komunikasi angkutan umum se-Jateng dijanjikan oleh Pemprov Jateng tuntutan mereka akan ditindaklanjuti dalam beberapa hari ke depan.

Menurut dia yang juga ikut mengawal isu di Semarang, forum komunikasi angkutan umum se-Jateng akan menunggu perkembangan tindak lanjut dari Pemprov Jateng hingga 10 November. Setelah itu, forum komuniasi akan mengambil sikap akan jadi melaksanakan demo atau tidak.

“Kasusnya mirip di Jabar. Kemarin [Selasa, 31/10/2017] ada pertemuan antara perwakilan taksi dengan Dishub Jateng dan kepolisian Jateng yang menjanjikan segera mengimplementasikan Permenhub No. 108/2017 dan siap menampung aspirasi dari forum komunikasi angkutan. Pada Selasa pukul 23.00 WIB, dilanjutkan rapat internal perwakilan taksi dan diputuskan demo ditunda dengan batas maksimal 10 November dengan mempertimbangkan law enforcement dari pemerintah,” jelas Taka.

Saat dimintai tanggapan, Kepala Dishub Solo, Hari Prihatno, awalnya tidak mengetahui demo Bantai Soloraya batal digelar pada Rabu ini. Dia tidak mendapat pemberitahuan dari perwakilan Bantai Soloraya.

Hari mendukung Bantai Soloraya batal menggelar demo. Menurut dia, lebih baik perwakilan Bantai Soloraya menyampaikan aspirasi dengan cara yang lebih anggun seperti mengajak bertemu atau berdiskusi.

Hari mengaku Dishub sempat memberi saran kepada pengurus Bantai untuk tidak menggelar demo. Namun, dia tidak tahu permintaan Dishub tersebut apa yang menjadi alasan Bantai Soloraya batal melaksanakan demo kali ini.

“Pak Wali [Wali Kota Solo] kan sudah menyampaikan sebelumnya, kalau mau demo, teman-teman pengemudi taksi lebih baik turun jalan setelah 9 November saja, setelah resepsi pernikahan putri Presiden,” jelas Hari di Kantor Dishub.

Sebelumnya, pengemudi taksi lokal Soloraya yang tergabung dalam Bantai Soloraya berencana menggelar demo karena ingin menuntut Gubernur Jateng mengusulkan kepada Dirjen Perhubunan Darat Kemenhub agar menetapkan 0% kuota taksi online pelat hitam di Soloyara.

Bantai Soloraya juga menuntut pemerintah agar menindak tegas siapa saja yang melanggar Permenhub No. PM 108 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak dalam Trayek.

 

lowongan pekerjaan
Netra-Group, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…