Ira Koesno saat menjadi pembicara di EGTC 2017 di UGM, Rabu (1/11/2017). (Birgita Olimphia Nelsye/JIBI/Harian Jogja) Ira Koesno saat menjadi pembicara di EGTC 2017 di UGM, Rabu (1/11/2017). (Birgita Olimphia Nelsye/JIBI/Harian Jogja)
Rabu, 1 November 2017 17:40 WIB M104/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

Tiga Tahun Lagi, Jadi Presenter Cukup Berbekal Smartphone

Presenter senior Ira Koesno memberikan wawasan pada anak muda tentang tantangan menjadi presenter di masa depan.

Harianjogja,com, SLEMANEmtek Goes To Campus (EGTC) 2017 hadir di Jogja. Presenter anak muda dengan modal smartphone bakal jadi tren.

Acara Emtek Goes To Campus berlangsung di Universitas Gajah Mada (UGM), pada Rabu (1/11/2017) sejak pukul 08.00-17.00 WIB. Pelaksanaan EGTC 2017 kali ini menghadirkan Ira Koesno sebagai pembicara. Ira merupakan public relation dan konsultan media ternama di Indonesia. Ia pernah menjajaki dunia jurnalis maupun presenter acara televisi.

Dalam acara tersebut, Ira menyatakan, dalam tiga tahun ke depan, kehidupan anak muda akan ada di smartphone alias ponsel pintar. Smartphone kata dia memudahkan anak muda zaman sekarang untuk menjadi presenter. “Tinggal menyiapkan kamera, menjadi presenter sendiri, dan siaran di channel youtube mereka sendiri,” kata Ira Koesno, Rabu (1/11/2017).

“Jika channel youtube-nya menarik, agensi-agensi akan beriklan di sana”, tambahnya. Menurutnya, ini berbeda dengan eranya dulu, di mana presenter harus membacakan berita di depan kamera dari studio.

Ia mengatakan, dengan kemudahan seperti itu, informasi ada di tangan setiap orang dan bisa mereka sebar sendiri. Maka, anak muda perlu mengerti konsep berita yang baik. Menurutnya, berita harus aktual, faktual, unik, dan harus terkonfirmasi kebenarannya. “Yang penting, berita harus benar sehingga akurasinya tepat. Jangan gosip.” tutur mantan presenter Liputan 6 SCTV itu.

Lowongan Pekerjaan
FASHION OUTLET, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO¬†— Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…