Alexis Hotel Jakarta (tripadvisor.com)
Rabu, 1 November 2017 17:07 WIB John Oktaveri/JIBI/Bisnis Peristiwa Share :

Setelah Alexis, Anies Baswedan Diminta Berani Tutup Lokasi Lain

Anies Baswedan diminta berani menutup lokasi yang diduga tempat prostitusi selain Alexis.

Solopos.com, JAKARTA — Ketua Lembaga Dakwah PBNU Maman Imaulhaq yang juga anggota Fraksi PKB DPR mengapresiasi angkah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menolak perpanjangan izin Hotel Alexis. Namun dia juga menunggu langkah serupa Anies terhadap usaha sejenis.

Menurutnya, gebrakan Anies untuk menutup tempat lain yang terindikasi menyediakan jasa prostitusi sangat ditunggu setelah menutup Alexis. Sebab, pihaknya menduga tempat prostitusi seperti itu tak hanya berada di Hotel Alexis saja.

Pemerintah harus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengendus lokasi mana saja yang digunakan sebagai tempat perdangangan manusia, ujarnya. “Yang harus didukung oleh kita dalah bukan hanya Alexis, tempat manapun yang menyediakan perdagangan manusia itu memang harus ditutup,” ujarnya, Rabu (1/11/2017).

Menurutnya, sektor pariwisata tidak harus menjual prostitusi, namun harus tumbuh yang lebih profesional dan transparan tanpa praktik-praktik prostitusi. Maman mengatakan, pihaknya tak ingin melihat tempat prostitusi berkedok tempat pijat makin menjamur di Ibu Kota.

Menurutnya, Jakarta merupakan salah satu pusat perhatian dunia. Karena itu, katanya, jangan sampai nama Ibu Kota tercoreng hanya karena pemerintah tidak bisa mencegah keberadaan tempat esek-esek.

“Sebagai unsur penunjang pariwisata yang penting, hotel harus mengedepankan aspek profesionalitas dan artistik tanpa harus terjebak pada penyedian prostitusi apalagi perdagangan manusia,” ujarnya.

lowongan pekerjaan
Netra-Group, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…