Truk yang dipakai pelaku melancarkan aksi brutal di New York, Amerika Serikat, 31 Oktober 2017 waktu setempat. (JIBI/Reuters/Andrew Kelly) Truk yang dipakai pelaku melancarkan aksi brutal di New York, Amerika Serikat, 31 Oktober 2017 waktu setempat. (JIBI/Reuters/Andrew Kelly)
Rabu, 1 November 2017 11:46 WIB JIBI/Solopos.com/Antara Internasional Share :

Serangan Brutal Truk di New York Tewaskan 8 Orang

Peristiwa itu terjadi ketika sejumlah siswa berkostum Halloween memenuhi area tersebut setelah bubar dari sekolahnya.

Solopos.com, NEW YORK – Aksi brutal pengendara sebuah truk menerjang jalur sepeda di Manhattan, New York, pada Selasa (31/10/2017) waktu setempat, dilaporkan telah menewaskan delapan orang dan mencederai beberapa lainnya.

Keadaan di New York dikabarkan mendapat pengawasan ketat pada Selasa malam oleh banyak polisi bersenjata kaliber berat.

“Berdasarkan informasi yang kami miliki saat ini, ini adalah tindakan teror dan tindakan yang sangat pengecut,” kata Walikota New York City, Bill de Blasio, dilansir Bloomberg, Rabu (1/11/2017).

Korban tewas akibat terjangan truk yang menyusuri West Street sesaat setelah pukul 3 sore waktu setempat. Peristiwa itu terjadi ketika sejumlah siswa berkostum Halloween memenuhi area tersebut setelah bubar dari sekolahnya. Menurut Fire Commissioner New York City, Daniel Nigro, sedikitnya 11 orang luka parah,

Sopir truk, yang hanya diidentifikasi sebagai seorang pria berusia 29 tahun, digambarkan menyusuri beberapa blok dari arah selatan sebelum menabrakkan truknya ke bus sekolah di persimpangan Chambers and West Streets.

Komisaris polisi James O’Neill mengatakan setelah pria itu keluar dari truknya dengan membawa pistol pelet dan pistol paintball, seorang petugas patroli mengadang dan menembaknya di perut. Pria itu kemudian dibawa ke rumah sakit yang dirahasiakan.

Tim anti terorisme khusus beserta petugas patroli dikerahkan ke seluruh kota, seiring dengan berlangsungnya parade tahunan Greenwich Village dan Brooklyn Halloween. Gubernur New York Andrew Cuomo pun menenangkan para warga New York agar tetap melanjutkan aktivitas harian mereka.

Menurut Cuomo, serangan tersebut serupa dengan insiden lainnya seperti truk kargo yang menerjang kerumunan orang selama perayaan Hari Bastille tahun lalu di Nice, Prancis, serta menewaskan 86 dan melukai 458 orang.

“New York adalah simbol internasional atas kebebasan dan demokrasi. Itu juga yang membuat kita menjadi sasaran orang-orang yang menentang konsep tersebut,” tutu Cuomo.

Lowongan Pekerjaan
CV SINDUNATA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…