Polres Bantul menggelar Operasi Zebra Progo mulai Rabu (01/11/2017) hingga Selasa (14/11/2017). (Herlambang Jati Kusumo/JIBI/Harian Jogja) Polres Bantul menggelar Operasi Zebra Progo mulai Rabu (01/11/2017) hingga Selasa (14/11/2017). (Herlambang Jati Kusumo/JIBI/Harian Jogja)
Rabu, 1 November 2017 18:55 WIB Herlambang Jati Kusumo/JIBI/Harian Jogja Bantul Share :

Polres Bantul Lakukan Operasi Zebra 2017, Sasaran Bukan Hanya Kelengkapan Berkendara

Polres Bantul menggelar Operasi Zebra Progo mulai Rabu (01/11/2017) hingga Selasa (14/11/2017).

Solopos.com, BANTUL–Polres Bantul menggelar Operasi Zebra Progo mulai Rabu (01/11/2017) hingga Selasa (14/11/2017). Kegiatan tersebut diawali apel di halaman Polres Bantul yang dipimpin langsung oleh Kapolres Bantul AKBP Imam Kabut Sariadi.

Pada kesempatan tersebut Imam mengatakan kegiatan operasi zebra tersebut memiliki tiga substansi untuk tujuannya. “Yang pertama dalam rangka kita penegakan hukum khususnya dalam pelanggaran lalu lintas,” kata Imam.

Selain itu Imam mengatakan kegiatan tersebut juga dalam rangka mengupayakan kepatuhan masyarakat terhadap aturan lalu lintas yang berlaku. “Endingnya adalah menciptakan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas,” kata Imam.

Dalam kegiatan yang dilakukan 14 hari tersebut melibatkan 155 personil baik di Polres maupun Polsek. “Dalam pelaksanaan ini dibagi menjadi empat satgas. Mulai satgas preemtif, satgas preventif, satgas penegakan hukum dan satgas bantuan,” ujar Imam.

Nantinya operasi ini akan menindak mulai dari kesiapan kendaraan, berkaitan administrasi termasuk kesiapan pengendara itu sendiri. Imam mengatakan bukan tidak mungkin saat operasi itu juga akan menemukan orang yang membawa senjata tajam atau membahayakan orang lain akan ditindak tegas.

Pelanggaran terkait lalu lintas sendiri menurut Imam telah mengalami penurunan dari tahun 2015 ke 2016. Namun di tahun 2017 yang masih dalam pengamatan ini dirasa ada penambahan. Pelanggaran-pelanggaran itu sendiri dikatakan oleh Imam ada berbagai hal.

“Pelanggaran itu mulai dari tidak memakai helm, kelengkapan SIM, STNK, knalpot blombongan, tidak ada plat nomor dan lain sebagainya. Harapannya dengan operasi ini ada penurunan jumlah pelanggaran ya kurang lebih 10%,” ujar Imam.

Tempat pelaksanaan kali ini akan menyesuaikan kondisi lapangan. Namun untuk kali ini dikatakan oleh Imam lebih fokus pada jalan-jalan protokoler, atau kawasan-kawasan tertib lalu lintas. Sebelumnya kegiatan ini juga telah disosialisasikan ke sekolah-sekolah, selain dari pamflet, banner.

lowongan pekerjaan
Netra-Group, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO¬†— Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…