Direktur Eksekutif The Yudhoyono Institute Agus Harimurti Yudhoyono (kedua dari kanan) tampil dalam Dialog Rakyat Lintas Generasi di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jateng, Selasa (22/8/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Aditya Pradana Putra) Direktur Eksekutif The Yudhoyono Institute Agus Harimurti Yudhoyono (kedua dari kanan) tampil dalam Dialog Rakyat Lintas Generasi di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jateng, Selasa (22/8/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Aditya Pradana Putra)
Rabu, 1 November 2017 16:31 WIB Politik Share :

PILPRES 2019
AHY Bertemu Prabowo, Fadli Zon: Terlalu Dini Bicara Cawapres

Fadli Zon menyebut momen AHY bertemu Prabowo Subianto hanya silaturahmi biasa, bukan bicara cawapres untuk Pilpres 2019.

Solopos.com, JAKARTA — Pertemuan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dengan putra Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dinilai Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon sebagai silaturahmi biasa.

Menurut Fadli, pertemuan tersebut merupakan komunikasi dan dialog politik dua tokoh dalam rangka silaturahmi. Wakil Ketua DPR itu mengatakan pertemuan yang berlangsung pada Selasa (31/10/2017) sore itu membicarakan hal yang sifatnya normatif.

Dia pun menyanggah pertemuan tersebut membahas koalisi antara Gerindra dengan Partai Demokrat. “Saya kira komunikasi biasa saja. Silaturahmi yang bagus, sebuah gestur dalam politik harus bisa buka ruang dialog walau berbeda pendapat,” kata Fadli Zon, Rabu (1/11/2017).

Ditanya soal AHY, Fadli Zon mengatakan semua tokoh politik punya potensi di partai masing-masing. Tapi, jika AHY akan diorbitkan Partai Demokrat untuk menjadi pendamping Prabowo Subianto pada Pemilu Presiden (Pilpres) 2019, Fadli Zon menilai masih terlalu dini membicarakan hal itu.

“Kami fokus bagaimana Prabowo jadi calon presiden. Dalam politik kemungkinan terbuka, kita lihat saja nanti ini masih terlalu dini. Tapi dalam sebuah komunikasi politik bagus-bagus saja,” ujar Fadli Zon.

Gerindra tak melihat AHY merupakan saingan Prabowo, karena menurut Fadli Zon, pengalaman Ketua Umum Partai Gerindra itu sudah mumpuni di dunia politik. Dia menyebut calon wakil presiden yang akan mendampingi Prabowo harus bisa melengkapi mantan Komandan Jenderal Kopassus tersebut, serta memiliki elektabilitas tinggi.

Soal kemungkinan berkoalisi dengan Partai Demokrat, Fadli mengaku tak masalah. Dia menambahkan dalam konteks pilkada, koalisi Gerindra dengan PKS dan PAN semakin solid.

Lowongan Pekerjaan
CV SINDUNATA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…