Sejumlah warga berusaha memadamkan api yang membakar rumah di Dusun Ngreco, Desa Krisik, Kecamatan Pudak, Ponorogo, Rabu (1/11/2017). (Istimewa/Polres Ponorogo) Sejumlah warga berusaha memadamkan api yang membakar rumah di Dusun Ngreco, Desa Krisik, Kecamatan Pudak, Ponorogo, Rabu (1/11/2017). (Istimewa/Polres Ponorogo)
Rabu, 1 November 2017 17:05 WIB Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com Madiun Share :

KEBAKARAN PONOROGO
Rumah Petani Pudak Terbakar Berikut Uang Rp40 Juta Hasil Jual Ternak

Kebakaran Ponorogo, rumah milik seorang petani ludes terbakar.

Solopos.com, PONOROGO — Musibah kebakaran menghanguskan rumah petani di Dusun Ngreco, Desa Krisik, Kecamatan Pudak, Ponorogo, Rabu (1/11/2017) sekitar pukul 10.00 WIB.

Tak hanya rumah yang ludes, uang hasil penjualan ternak sapi senilai Rp40 juta yang disimpan di rumah itu juga ikut terbakar. “Benar ada peristiwa kebakaran rumah milik seorang petani bernama Jayus, 45, Desa Krisik, Pudak, Rabu pagi,” kata Kasubbag Humas Polres Ponorogo, AKP Sudarmanto.

Dia menuturkan saat peristiwa itu terjadi Jayus beserta istrinya tidak berada di rumah. Mereka sedang mencari pakan ternak di ladang.

Setelah selesai mencari pakan ternak, suami istri itu pulang ke rumah dan mendapati rumahnya telah terbakar. Apinya telah dipadamkan warga menggunakan peralatan seadanya.

Dari keterangan saksi, kata dia, api berasal dari dapur rumah tersebut. Api muncul dari tumpukam kayu yang dikeringkan dan ditaruh di atas tungku masak oleh pemilik rumah sebelum berangkat ke ladang.

Api kemudian membesar dan dengan mudah membakar rumah yang terbuat dari kayu itu. “Rumahnya ini sebagian besar dari papan sehingga mudah terbakar,” kata dia.

AKP Sudarmanto menjelaskan selain membakar rumah api juga melalap uang senilai Rp40 juta yang disimpan di dalam rumah. Menurut informasi uang tersebut merupakan hasil menjual ternak sapi.

Lowongan Pekerjaan
FASHION OUTLET, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO¬†— Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…